NewsNusantara

Banjir Terjang Sekotong Lombok Barat, Dua Desa Terendam

×

Banjir Terjang Sekotong Lombok Barat, Dua Desa Terendam

Sebarkan artikel ini
Banjir Terjang Sekotong Lombok Barat, Dua Desa Terendam

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Banjir melanda dua desa di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (9/1/2025) siang. Ratusan kepala keluarga terdampak akibat luapan sungai yang dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat selama beberapa jam.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 13.00 WITA setelah hujan turun secara terus-menerus hingga sore hari. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.

“Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dari pukul 13.00 sampai 15.00 WITA. Selain itu, aliran air dari wilayah pegunungan dengan volume cukup besar turut memperparah kondisi,” ujar Sadimin dalam keterangannya, Jumat.

Baca Juga :  Polres Loteng Tindak 553 Pelanggar dalam Sepekan Operasi Zebra Rinjani

Berdasarkan data BPBD, banjir merendam dua desa di Kecamatan Sekotong, yakni Desa Taman Baru dan Desa Pesisir Mas. Di Desa Taman Baru, sebanyak 206 kepala keluarga (KK) terdampak dengan 206 unit rumah terendam air. Sementara di Desa Pesisir Mas, banjir berdampak pada 45 KK dengan jumlah rumah terendam yang sama.

Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, banjir menyebabkan aktivitas warga terganggu dan meninggalkan lumpur tebal di sejumlah ruas jalan dusun serta permukiman. Air juga sempat masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian bervariasi.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Lombok Barat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment dan pendataan dampak banjir.

“BPBD kabupaten sudah turun ke lapangan untuk memastikan kondisi warga dan melakukan pendataan kerusakan serta kebutuhan mendesak,” kata Sadimin.

Baca Juga :  WBAC NTB Loloskan 4 Tim ke Perempat Final Airsoft FORNAS VIII

Selain BPBD, penanganan banjir juga melibatkan unsur TNI/Polri, Tagana, aparatur desa, serta masyarakat setempat. Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada pemantauan kondisi wilayah terdampak dan percepatan pemulihan pascabanjir.

BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan warga, antara lain normalisasi sungai untuk mencegah banjir susulan, perbaikan jembatan antar dusun di Desa Taman Baru, serta bantuan logistik dasar. Warga juga membutuhkan perlengkapan seperti selimut, matras, dan tikar untuk menunjang aktivitas sehari-hari pascabanjir.

Hingga Jumat sore, kondisi banjir dilaporkan telah surut. Warga mulai membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur dan material yang terbawa arus. Namun, beberapa ruas jalan dusun masih dipenuhi lumpur sehingga menyulitkan mobilitas.

Baca Juga :  Polres Sigap Tangani Konsleting Listrik di Permukiman Padat.

Sadimin mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat sebagian besar wilayah NTB telah memasuki musim hujan. Berdasarkan prakiraan, potensi hujan signifikan diperkirakan masih akan terjadi dalam 10 hari ke depan.

“Masyarakat kami imbau agar memperhatikan kebersihan lingkungan dan aliran air di sekitar tempat tinggal. Waspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” tegasnya.

BPBD NTB memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi wilayah rawan bencana guna meminimalkan risiko dan dampak kejadian serupa di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *