Mataram, Jurnalekbis.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (13/1/2026) dini hari. Sejumlah daerah diperkirakan berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Peringatan dini tersebut dikeluarkan pada pukul 00.42 WITA. BMKG menyebutkan, potensi cuaca ekstrem mulai terdeteksi sekitar pukul 00.47 WITA dan diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 03.47 WITA.
Wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang meliputi Kabupaten Lombok Timur, khususnya Kecamatan Aikmel, Pringgasela, dan Sembalun. Selain itu, potensi cuaca buruk juga terpantau di Kabupaten Sumbawa, tepatnya di Kecamatan Moyo Hilir dan Lape, Kabupaten Dompu di Kecamatan Pekat, serta Kabupaten Bima di wilayah Wera, Ambalawi, dan Tambora beserta daerah sekitarnya.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lainnya di NTB. Di Kabupaten Lombok Timur, potensi hujan lebat dapat meluas ke Kecamatan Sikur, Masbagik, Pringgabaya, Sambelia, Wanasaba, dan Suwela.
Sementara di Kabupaten Sumbawa, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Utan, Batu Lanteh, Sumbawa, Moyo Hulu, Labuhan Badas, Buer, Rhee, Unter Iwes, Moyo Utara, Maronge, dan Lopok. Di Kabupaten Dompu, potensi cuaca ekstrem dapat meluas ke Kecamatan Dompu, Kempo, Kilo, Woja, Manggalewa, dan Pajo.

Untuk wilayah Kabupaten Bima, BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dapat meluas ke Kecamatan Bolo, Woha, Wawo, Sape, Donggo, Sanggar, Madapangga, Soromandi, dan Palibelo. Selain itu, wilayah Kabupaten Lombok Utara, khususnya Kecamatan Bayan, juga masuk dalam area kewaspadaan.
Tak hanya itu, peringatan dini juga mencakup wilayah Kota Bima. Kecamatan Rasanae Barat, Rasanae Timur, Asakota, Raba, dan Mpunda diperkirakan berpotensi terdampak cuaca buruk hingga dini hari.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan air, banjir lokal, tanah longsor di daerah rawan, serta pohon tumbang akibat angin kencang. Aktivitas di luar ruangan, khususnya pada malam hingga dini hari, diimbau untuk dibatasi demi keselamatan.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pegunungan juga diminta untuk berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang cepat. Pengendara diharapkan waspada terhadap jalan licin dan jarak pandang yang dapat menurun akibat hujan lebat.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah setempat. Peringatan dini ini dapat diperbarui sesuai dengan perkembangan dinamika atmosfer di wilayah NTB.













