Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Banjir akibat hujan dengan intensitas sangat tinggi melanda wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (13/1/2026). Luapan debit air sungai merendam permukiman warga di sejumlah desa, menewaskan satu orang dan menghanyutkan satu unit rumah.
Peristiwa banjir ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Sekotong selama berjam-jam. Air sungai meluap secara tiba-tiba hingga menggenangi rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga dada orang dewasa. Aparat kepolisian bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengamanan.
Kapolres Lombok Barat Polda NTB AKBP Yasmara Harahap melalui Kapolsek Sekotong Iptu I Ketut Suriarta mengatakan, personel Polsek Sekotong telah melakukan pemantauan sejak awal meningkatnya intensitas hujan. Monitoring debit air mulai dilakukan sekitar pukul 19.00 WITA, saat genangan mulai memasuki permukiman warga.
“Hujan deras berlangsung cukup lama sehingga drainase dan sungai tidak mampu menampung volume air. Kami langsung siaga melakukan pemantauan dan pengecekan di titik-titik rawan banjir,” kata Iptu I Ketut Suriarta, Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan data sementara, banjir merendam belasan dusun di beberapa desa. Di Desa Buwun Mas, Dusun Kemanuk terendam air setinggi lutut, sementara Dusun Bengkang terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Di Desa Persiapan Blongas, genangan air setinggi paha menggenangi rumah warga di Dusun Sauh.

Desa Taman Baru juga terdampak cukup luas. Sedikitnya lima dusun, yakni Kelep, Eyat Pace, Repuk Gapuk, Batu Putih, dan Gelumpang, terendam banjir dengan ketinggian air setinggi lutut. Sementara di Desa Sekotong Tengah, banjir merendam Dusun Sekotong I, Sekotong II, dan Eyat Juring. Genangan air juga dilaporkan terjadi di Dusun Empol Timur, Desa Persiapan Empol.
Dalam kejadian ini, satu warga Dusun Sauh, Desa Persiapan Blongas, dilaporkan meninggal dunia. Korban diduga terseret arus banjir. Jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerugian materiil. Satu unit rumah warga di Dusun Bengkang, Desa Buwun Mas, hanyut terbawa arus sungai yang deras. Beruntung, rumah tersebut dalam kondisi kosong saat kejadian.
“Rumah yang hanyut diketahui sudah lama tidak berpenghuni karena pemiliknya meninggal dunia. Jadi tidak ada korban tambahan dari peristiwa tersebut,” jelas Iptu I Ketut Suriarta.
Penanganan banjir dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Lombok Barat bersama Kasat Samapta dan Kapolsek Sekotong. Tim gabungan dari Polri, BPBD, dan Basarnas Kabupaten Lombok Barat melakukan evakuasi warga, membantu pengguna jalan, serta mengamankan barang-barang berharga milik masyarakat.
Meski air dilaporkan mulai berangsur surut, aparat tetap bersiaga di lokasi. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih dapat terjadi dan memicu banjir kembali.













