Mataram, Jurnalekbis.com – Literasi dan partisipasi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) di pasar modal menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB mencatat sebanyak 55.530 Single Investor Identification (SID) baru tercipta selama tahun ini, sehingga total investor pasar modal di NTB menembus 209.300 orang.
Kepala Kantor Perwakilan BEI NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi program literasi, edukasi, dan aktivasi pasar modal yang digencarkan secara masif di seluruh wilayah NTB.
“Selama tahun 2025, kami telah melaksanakan 1.074 kegiatan edukasi, baik secara offline maupun online,” kata Gusti Bagus, Rabu (14/1/2026).
Dari total kegiatan tersebut, 374 kegiatan dilaksanakan langsung oleh Kantor Perwakilan BEI NTB, sementara 700 kegiatan lainnya digelar melalui jaringan Galeri Investasi yang tersebar di universitas, sekolah, pesantren, hingga desa-desa se-NTB.
Program edukasi itu menjangkau ratusan ribu masyarakat. Tercatat, 18.873 peserta mengikuti kegiatan Sekolah Pasar Modal, sementara 434.195 peserta lainnya mengikuti program non Sekolah Pasar Modal. Angka ini mencerminkan semakin luasnya jangkauan literasi pasar modal di daerah.
Untuk mendukung program tersebut, BEI NTB secara proaktif memperluas jaringan distribusi melalui berbagai kanal, mulai dari Galeri Investasi, perusahaan sekuritas, manajer investasi, hingga komunitas investor. Hingga Desember 2025, BEI NTB telah mendirikan 35 Galeri Investasi di seluruh NTB.

Pertumbuhan jumlah investor juga menunjukkan pergeseran pola investasi masyarakat. Menurut Gusti Bagus, investor di NTB kini tidak hanya berfokus pada saham, tetapi mulai melirik produk lain seperti reksa dana dan obligasi.
“Ini menandakan masyarakat NTB mulai memilih produk investasi secara lebih bervariasi, baik investor ritel maupun institusi,” ujarnya.
Sejumlah program unggulan turut mendorong peningkatan literasi tersebut, di antaranya Sekolah Pasar Modal reguler dan nonreguler yang dapat diikuti masyarakat secara gratis. Selain itu, BEI NTB juga menyelenggarakan program Guru Hebat Cerdas Investasi se-Lombok serta memberikan dukungan terhadap program Kota Wakaf Mataram.
Tak hanya fokus pada edukasi keuangan, BEI NTB juga mengintegrasikan agenda keberlanjutan lingkungan. Pada 2025, BEI NTB melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Tembobor, Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara, sebagai bagian dari upaya menciptakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang terhubung dengan IDX Carbon.
Memasuki 2026, BEI NTB memastikan tetap berfokus pada tiga pilar utama, yakni literasi, inklusi, dan aktivasi pasar modal. Selain itu, pendalaman pemahaman terhadap produk-produk baru seperti waran terstruktur dan Exchange Traded Fund (ETF) juga akan diperkuat.
Secara nasional, kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2025 juga mencatatkan hasil positif. Total investor pasar modal meningkat 36,67 persen dibandingkan 2024, menjadi 20,3 juta investor. Khusus investor saham dan surat berharga lainnya, jumlahnya naik lebih dari 2,2 juta menjadi 8,59 juta investor.
Capaian ini memperkuat optimisme menyongsong tahun 2026, sekaligus menegaskan peran pasar modal sebagai instrumen investasi yang semakin inklusif dan diminati masyarakat.













