BisnisEkonomi

BI Catat Ekonomi NTB Bangkit di Akhir 2025, Non-Tambang Melaju 8,54 Persen

×

BI Catat Ekonomi NTB Bangkit di Akhir 2025, Non-Tambang Melaju 8,54 Persen

Sebarkan artikel ini
BI Catat Ekonomi NTB Bangkit di Akhir 2025, Non-Tambang Melaju 8,54 Persen

Mataram, Jurnalekbis.com – Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Barat mencatat pertumbuhan ekonomi NTB sepanjang 2025 mencapai 3,22 persen, ditopang kembali beroperasinya ekspor konsentrat tembaga, akselerasi industri pengolahan, serta kinerja sektor pertanian dan perdagangan.

Kepala Perwakilan BI NTB, Hario Kartiko Pamungkas, mengatakan perlambatan ekonomi global sempat menahan laju pertumbuhan daerah. Namun NTB mulai bangkit pada triwulan IV 2025 setelah ekspor konsentrat tembaga kembali berjalan.

“Memang ada perlambatan global, tapi khusus NTB kita tahu tahun 2025 sempat ada larangan ekspor konsentrat tembaga. Baru direalisasikan lagi di triwulan empat. Itu langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Hario, Selasa (10/2).

Menurut BI, ekonomi NTB masih sangat bergantung pada sektor pertambangan. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi non-tambang justru menunjukkan kinerja impresif, mencapai 8,54 persen pada 2025, meningkat signifikan dibanding 2024.

Baca Juga :  Bulog NTB Salurkan Bantuan Beras Fortivit Sebanyak 7,650 Kg, Untuk Cegah Stunting

“Ini kabar baik. Artinya NTB mulai memperkuat sumber pertumbuhan dari sektor non-tambang,” ujarnya.

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi NTB ditopang akselerasi industri pengolahan seiring beroperasinya smelter tembaga, serta peningkatan kinerja pertanian dan perdagangan. Sepanjang 2025, lapangan usaha dengan pangsa terbesar masih dipegang sektor pertanian sebesar 21,89 persen, disusul industri pengolahan 16,51 persen, dan perdagangan 14,53 persen.

Utilisasi industri pengolahan tercatat mencapai 69 persen dan diproyeksikan terus meningkat.

Dari sisi kesejahteraan, Hario menyebut data BPS menunjukkan perbaikan sejumlah indikator sosial. Tingkat kemiskinan turun menjadi 11,38 persen, sementara proporsi pekerja formal naik menjadi 33,45 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 73,97.

Baca Juga :  BTPN Syariah NTB: Perempuan Berdaya, Ekonomi Hijau Berjaya

Tingkat pengangguran terbuka turut membaik, dari 3,6 persen pada Agustus 2025 menjadi 3,5 persen pada November 2025.

Pada sektor keuangan, kredit perbankan di NTB tumbuh 22,14 persen (year on year) per Desember 2025, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) turun menjadi 1,75 persen. Pertumbuhan kredit terutama didorong sektor pertambangan.

Namun BI menyoroti perlambatan kredit UMKM yang turun sekitar 9 persen, dengan rasio kredit bermasalah UMKM mencapai 6,18 persen, melampaui ambang batas ideal 5 persen.

“Ini jadi perhatian kami bersama perbankan, terutama di sektor pertanian dan konstruksi yang NPL-nya relatif tinggi,” ujar Hario.

Sementara itu, inflasi NTB sepanjang 2025 tercatat 3,1 persen, masih dalam target nasional. Namun pada Januari 2026, inflasi tahunan naik menjadi 3,86 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Baca Juga :  Yamaha XMAX Hybrid Meluncur, Skutik 250cc Makin Irit dan Bertenaga

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Lombok Utara sebesar 4,82 persen, sedangkan terendah di Kota Mataram 3,69 persen. Kenaikan harga emas global, cuaca buruk yang memengaruhi hasil perikanan dan hortikultura, menjadi pemicu utama.

Menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2026, BI mengingatkan potensi tekanan harga. Meski begitu, Hario optimistis inflasi NTB tetap terkendali.

“Kami optimistis melalui koordinasi TPID dan pemerintah daerah, inflasi NTB 2026 bisa dijaga di kisaran target nasional 2,5 plus minus 1 persen,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *