BisnisEkonomi

BI NTB Ungkap Tren Baru: Warga Makin Suka Simpan Uang Tunai, Rp3 Triliun Disiapkan Jelang Lebaran

×

BI NTB Ungkap Tren Baru: Warga Makin Suka Simpan Uang Tunai, Rp3 Triliun Disiapkan Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
BI NTB Ungkap Tren Baru: Warga Makin Suka Simpan Uang Tunai, Rp3 Triliun Disiapkan Jelang Lebaran

Mataram, Jurnalekbis.com  – Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkap perubahan pola keuangan masyarakat dalam dua tahun terakhir. Warga kini disebut semakin gemar menyimpan uang tunai (cash), terlihat dari tingginya aliran keluar uang kartal yang tidak kembali ke sistem perbankan.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTB bidang Sistem Pembayaran, Ignatius Adhi Nugroho, mengatakan tren tersebut mulai tampak sejak 2024 dan berlanjut hingga 2025.

“Kalau 2021 sampai 2023 itu polanya masih seimbang. Uang keluar, lalu kembali lagi ke perbankan. Tapi di 2024 dan 2025, uang yang keluar tidak kembali sebesar sebelumnya,” kata Ignatius. Selasa (10/2).

BI mencatat net outflow uang kartal 2025 meningkat signifikan dibanding tahun lalu yang berada di kisaran Rp900 miliar. Fenomena ini menunjukkan masyarakat cenderung menahan uang tunai, bukan menyimpannya kembali sebagai dana pihak ketiga (DPK).

Baca Juga :  NTB Raih Kinerja Gemilang! Penerimaan Pajak Tumbuh 19,64%

Menurut Ignatius, kecenderungan ini bukan karena uang dibawa keluar daerah, melainkan perubahan perilaku finansial masyarakat.

“Dugaan kami, orang sekarang lebih nyaman pegang cash,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi NTB yang berada di kisaran 5 persen. Perputaran uang yang cepat mencerminkan aktivitas ekonomi yang meningkat, di mana dana bergerak langsung dari bank ke masyarakat lalu berputar di sektor riil.

“Kalau ekonomi kencang, uang itu tidak lama di perbankan. Cepat keluar dan langsung dipakai transaksi,” jelas Ignatius.

Di tengah tingginya peredaran uang tunai, BI NTB justru mencatat penurunan tajam temuan uang palsu. Sepanjang 2025, hanya ditemukan 131 lembar uang palsu, turun drastis dari 2.908 lembar pada 2024.

Baca Juga :  760 Ribu Green Jobs Siap Tersedia dari Energi Bersih PLN

BI menilai penurunan tersebut dipengaruhi meningkatnya literasi masyarakat dalam mengenali ciri keaslian Rupiah.

“Masyarakat sekarang lebih sadar dan memilih tidak mengedarkan uang palsu,” katanya.

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, BI NTB menyiapkan dana Rp3 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang kartal. Proyeksi menunjukkan permintaan uang tunai selama Ramadan meningkat hingga 20 persen dibanding bulan normal.

Untuk memastikan distribusi merata, BI menggandeng perbankan membuka layanan penukaran uang di 75–85 titik di seluruh NTB, termasuk kas keliling dan penukaran terpusat di Islamic Center Mataram.

Seluruh rangkaian tersebut dikemas dalam program Serambi, yang dirancang untuk menjaga kelancaran transaksi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

“Kami pastikan masyarakat tidak kekurangan uang tunai. Semua mekanisme sudah disiapkan,” tegas Ignatius.

Baca Juga :  Adira Finance Gaspol di Bali Nusa Tenggara, Pembiayaan Baru Tumbuh 58%!

BI NTB menegaskan Ramadan dan Idul Fitri bukan hanya momentum peningkatan konsumsi, tetapi juga sarana memperkuat peran Rupiah sebagai alat pembayaran sah sekaligus memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *