NewsNusantara

Kejari Mataram–Pemkot Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Mahir, Dorong Pelayanan Publik Inklusif

×

Kejari Mataram–Pemkot Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Mahir, Dorong Pelayanan Publik Inklusif

Sebarkan artikel ini
Kejari Mataram–Pemkot Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Mahir, Dorong Pelayanan Publik Inklusif

Mataram, Jurnalekbis.com – Upaya memperkuat pelayanan publik yang inklusif terus didorong di Kota Mataram. Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram menggelar Pelatihan Bahasa Isyarat Tingkat Mahir bagi aparatur pemerintah, Kamis (5/3/2026), di Aula Lantai 3 Kantor Wali Kota Mataram.

Kegiatan ini diikuti puluhan aparatur dari Kejaksaan Negeri Mataram serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik agar lebih ramah bagi masyarakat penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Dr. Gde Made Pasek Swardhyana, Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Lalu Alwan Basri, para kepala seksi dan kasubag di lingkungan Kejari Mataram, serta sejumlah kepala OPD Kota Mataram.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan kemampuan berbahasa isyarat menjadi keterampilan penting bagi aparatur pemerintah di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin inklusif.

Baca Juga :  Meski Tak Jadi Dihadiri Mahfud, Kuliah Umum di Uiqhba Tetap Berjalan Khidmat

Menurutnya, layanan pemerintah tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum, tetapi juga harus menjangkau kelompok masyarakat penyandang disabilitas yang memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan yang layak.

“Pelayanan publik saat ini tidak boleh lagi bersifat eksklusif. Kita harus memastikan bahwa masyarakat penyandang disabilitas juga mendapatkan akses layanan yang setara,” kata Alwan Basri dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Mataram dan Kejaksaan Negeri Mataram dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Alwan berharap kegiatan pelatihan bahasa isyarat tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga aparatur pemerintah semakin terbiasa menggunakan bahasa isyarat dalam interaksi pelayanan sehari-hari.

“Dengan pelatihan ini diharapkan aparatur mampu berkomunikasi secara lebih efektif dengan masyarakat penyandang disabilitas, sehingga pelayanan publik dapat berjalan tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Gde Made Pasek Swardhyana, menjelaskan bahwa pelatihan bahasa isyarat tingkat mahir ini merupakan kelanjutan dari pelatihan tingkat dasar yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 2 hingga 4 Maret 2026.

Baca Juga :  Program MBG: Solusi Stunting dan Penguatan Ekonomi Desa

Pelatihan lanjutan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Maret 2026.

“Meskipun waktu pelaksanaannya relatif singkat, kami berharap kegiatan ini tetap memberikan manfaat maksimal bagi para peserta,” kata Pasek.

Ia menilai peningkatan kemampuan komunikasi aparatur, termasuk dalam bahasa isyarat, menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik yang lebih baik dan profesional.

Menurutnya, pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya Kejari Mataram dalam mendukung pembangunan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui inovasi pelayanan publik.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Pasek menegaskan bahwa pelayanan hukum dan administrasi yang diberikan lembaga pemerintah harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali.

Baca Juga :  Presiden Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Fokus Pangan hingga Teknologi

Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif.

Pelatihan ini sendiri diikuti oleh sekitar 15 peserta dari Kejaksaan Negeri Mataram serta sejumlah peserta dari perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mataram.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta dibekali keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat agar mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif kepada masyarakat penyandang disabilitas.

Selain meningkatkan kemampuan aparatur, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kejaksaan Negeri Mataram dan Pemerintah Kota Mataram dalam membangun pelayanan publik yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka sekitar pukul 10.30 WITA oleh Kepala Kejaksaan Negeri Mataram. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda dimulainya rangkaian pelatihan bahasa isyarat tingkat mahir tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *