Lombok Utara, Jurnalekbis.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menyalurkan bantuan pangan (bapang) kepada ratusan ribu warga menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Bantuan ini difokuskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah guna menjaga daya beli sekaligus memenuhi kebutuhan pokok saat momen Lebaran.
Penyaluran dilakukan secara simbolis di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, bersama sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani.
Dalam program ini, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng merek Minyak Kita. Untuk periode Februari–Maret 2026, bantuan di Kabupaten Lombok Utara disalurkan kepada 58.996 PBP yang tersebar di lima kecamatan.
Rinciannya, Kecamatan Bayan sebanyak 14.736 PBP, Kecamatan Gangga 12.337 PBP, Kecamatan Kayangan 12.243 PBP, Kecamatan Pemenang 8.950 PBP, dan Kecamatan Tanjung 10.730 PBP. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding periode Oktober–November 2025.
Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan peningkatan jumlah penerima mencapai 20.623 orang atau sekitar 54 persen. Menurutnya, kenaikan ini terjadi karena perluasan kategori penerima bantuan.
“Penerima bantuan saat ini mencakup masyarakat dalam kategori desil 1 hingga desil 5, sehingga jumlahnya meningkat dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Siregar kepada wartawan.
Ia menjelaskan, program bantuan pangan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan memang difokuskan menjelang Idulfitri. Tujuannya agar masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok yang biasanya meningkat saat hari raya.


“Harapan kami dengan penyaluran ini, masyarakat penerima bisa terbantu. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik saat Idulfitri,” katanya.
Secara keseluruhan, penyaluran bantuan pangan di NTB menjangkau 856.131 PBP. Angka ini naik 334.946 penerima atau sekitar 64 persen dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan cakupan program bantuan pemerintah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani, menilai bantuan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Lebaran. Ia menyebut komoditas yang disalurkan merupakan kebutuhan utama rumah tangga.
“Biasanya menjelang Lebaran, kebutuhan rumah tangga seperti beras dan minyak goreng meningkat, terutama bagi ibu-ibu. Bantuan ini tentu sangat membantu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi. Ia mengaku bersyukur atas peningkatan jumlah penerima bantuan di wilayahnya.
Menurutnya, tambahan kuota ini akan berdampak langsung pada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam menghadapi lonjakan harga dan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
“Kami sangat bersyukur dengan penambahan ini. Harapannya seluruh bantuan bisa segera tersalurkan agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” kata Tresnahadi.
Program bantuan pangan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan mengurangi beban pengeluaran masyarakat, terutama kelompok rentan. Dengan distribusi yang dilakukan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di NTB, diharapkan bantuan tersebut tepat sasaran dan mampu menopang kebutuhan warga hingga perayaan Idulfitri berlangsung.














