OlahragaOtomotif

Arbi Menang Tipis 0,813 Detik di Superpole 600cc Mandalika

×

Arbi Menang Tipis 0,813 Detik di Superpole 600cc Mandalika

Sebarkan artikel ini
Arbi Menang Tipis 0,813 Detik di Superpole 600cc Mandalika

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Fadillah Arbi Aditama tampil dominan namun tetap harus berjuang keras sebelum memastikan kemenangan di kelas National Supersport 600cc Mandalika Racing Series 2026. Ia finis terdepan dengan selisih hanya 0,813 detik dari rival terdekatnya dalam balapan superpole yang berlangsung ketat, Minggu (26/4/2026).

Fadillah Arbi Aditama dari Astra Honda Racing Team keluar sebagai pemenang Superpole kelas National Supersport 600cc dengan catatan waktu 8 menit 18,774 detik dalam lima lap di Sirkuit Mandalika.

Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Pembalap asal Jawa Tengah tersebut terus ditekan oleh Mhd. Faerozi Toreqottullah yang finis di posisi kedua dengan waktu 8 menit 19,587 detik. Selisih keduanya hanya 0,813 detik, menegaskan ketatnya persaingan di kelas 600cc.

Baca Juga :  Booth Okki Motor di Kustomfest: Motor Kustom Siap Pakai!

Posisi ketiga ditempati Herjun Atna Firdaus dengan selisih tipis 0,915 detik dari pemenang. Meski tidak naik ke puncak podium, Herjun justru mencatatkan waktu lap tercepat, yakni 1 menit 38,604 detik—terbaik sepanjang balapan.

Duel Ketat Sejak Start

Sejak lampu start padam, tiga pembalap terdepan langsung terlibat duel intens. Arbi tampil konsisten di setiap lap, menjaga ritme tanpa melakukan kesalahan berarti.

Faerozi mencoba menekan di lap-lap akhir, namun tidak cukup untuk menyalip. Sementara Herjun menunjukkan kecepatan murni, tetapi kehilangan momentum di beberapa sektor krusial.

Balapan lima lap ini berlangsung cepat dengan rata-rata kecepatan mencapai 155,54 km/jam. Angka tersebut menunjukkan tingginya level kompetisi serta performa motor di kelas Supersport 600cc.

Baca Juga :  Komunitas Harley Davidson dan One3 Squad Serbu Sirkuit Mandalika

Arai Agaska Tembus Empat Besar

Pembalap asal Nusa Tenggara Barat, Arai Agaska Dibani Laksana, berhasil mencuri perhatian dengan finis di posisi keempat. Ia mencatatkan waktu 8 menit 20,112 detik, terpaut 1,338 detik dari pemenang.

Hasil ini menjadi sinyal positif bagi pembalap tuan rumah yang mampu bersaing dengan nama-nama besar di level nasional.

Di posisi kelima, Rheza Danica Ahrens melengkapi lima besar dengan selisih 1,565 detik dari posisi pertama.

Kunci Kemenangan: Konsistensi

Jika melihat data lap, kemenangan Arbi lebih ditentukan oleh konsistensi dibanding sekadar kecepatan. Meski bukan yang tercepat dalam satu lap, ia mampu menjaga performa stabil sepanjang balapan.

Sebaliknya, Herjun yang mencatatkan best lap justru kehilangan peluang akibat inkonsistensi. Fakta ini menegaskan bahwa strategi dan ketenangan menjadi faktor krusial di balapan superpole yang singkat namun intens.

Baca Juga :  Sukses Gelar PGAWC 2024, Sky Lancing Lombok Makin Jadi Primadona Atlet Paralayang Dunia

Hasil seri pembuka ini menegaskan bahwa persaingan di kelas National Supersport 600cc musim 2026 akan berlangsung sangat ketat. Selisih waktu antar pembalap yang begitu tipis membuka peluang perubahan posisi di setiap seri berikutnya.

Mandalika kembali menjadi panggung duel para pembalap terbaik nasional—bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal presisi dan konsistensi hingga garis finis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *