Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Pertarungan ketat tersaji di kelas National Sport 250cc pada ajang Mandalika Racing Series 2026. Andi Farid Izdihar keluar sebagai pemenang usai menaklukkan rivalnya dengan selisih super tipis, hanya 0,113 detik, dalam balapan superpole yang berlangsung dramatis di Sirkuit Mandalika, Minggu (26/4/2026).
Balapan Superpole kelas National Sport 250cc pada seri perdana Mandalika Racing Series 2026 menghadirkan duel intens sejak start hingga garis finis. Berdasarkan hasil resmi lomba, Andi Farid Izdihar dari Astra Motor Racing Team Yogyakarta memastikan kemenangan dengan catatan waktu total 9 menit 09,687 detik dalam empat lap.
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Pembalap asal DIY tersebut harus berjuang keras menghadapi tekanan dari Reykat Yusuf Fadillah yang finis di posisi kedua dengan waktu 9 menit 09,800 detik. Selisih keduanya hanya 0,113 detik—menjadi salah satu margin kemenangan paling tipis di kelas ini.
Di posisi ketiga, pembalap Kalimantan Timur, Candra H, turut meramaikan podium setelah mencatatkan waktu 9 menit 12,975 detik. Ia terpaut lebih dari tiga detik dari posisi terdepan, menandakan betapa sengitnya duel di barisan depan yang hanya melibatkan dua pembalap teratas.t
Sejak lap awal, Andi Farid dan Reykat Yusuf langsung menunjukkan dominasi mereka. Keduanya saling menempel ketat dalam setiap sektor, bahkan beberapa kali mencatatkan waktu lap yang nyaris identik.
Reykat sebenarnya mencatatkan best lap lebih cepat, yakni 1 menit 48,835 detik, dibandingkan Andi Farid yang membukukan 1 menit 49,158 detik. Namun konsistensi Andi Farid di setiap lap menjadi kunci kemenangan.
Sementara itu, pembalap M. Haikal Ramadhan justru mencatatkan waktu lap tercepat keseluruhan dengan 1 menit 48,763 detik. Sayangnya, ia hanya mampu finis di posisi ke-14, menunjukkan bahwa kecepatan saja tidak cukup tanpa konsistensi sepanjang balapan.
Balapan ini juga memperlihatkan persaingan merata di antara pembalap dari berbagai daerah. Irfan Ardiansyah dari Jawa Tengah finis di posisi keempat, disusul Aan Riswanto dari Sulawesi Selatan di posisi kelima.
Nama-nama besar seperti Gerry Salim harus puas finis di posisi ke-11, sementara Galang Hendra Pratama berada di posisi ke-13. Hasil ini menunjukkan regenerasi pembalap muda mulai memberi tekanan serius di level nasional.
Dari NTB, Aldiaz Aqsal Ismaya berhasil menembus 10 besar dengan finis di posisi kedelapan. Ini menjadi catatan positif bagi pembalap tuan rumah yang mampu bersaing di tengah dominasi tim-tim besar.
Selain duel ketat, balapan juga diwarnai sejumlah pelanggaran track limits. Pembalap Galang Hendra Pratama (#9) bahkan harus menjalani long lap penalty akibat pelanggaran di tikungan 14.
Beberapa pembalap lain juga mendapat peringatan serupa, menandakan ketatnya persaingan hingga batas lintasan.
Di sisi lain, tiga pembalap tidak mampu menyelesaikan balapan (DNF), termasuk Dwiki Hardhiana Suparta dan Andi Muhammad Fadly. Hal ini semakin menegaskan tingginya intensitas balapan yang menguras fisik dan fokus pembalap.
Data resmi mencatat kecepatan rata-rata balapan mencapai 112,91 km/jam. Sementara itu, kecepatan terbaik menyentuh 142,66 km/jam, menunjukkan performa mesin dan pembalap yang kompetitif di lintasan Mandalika sepanjang 4,31 km.
Margin kemenangan yang sangat tipis menjadi sorotan utama, sekaligus bukti bahwa level persaingan di kelas National Sport 250cc semakin ketat dan sulit diprediksi.
Kemenangan Andi Farid Izdihar di seri pembuka ini menjadi modal penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Namun dengan selisih waktu yang sangat tipis dan performa kompetitor yang merata, persaingan di musim 2026 dipastikan akan berlangsung sengit hingga akhir.
Mandalika kembali membuktikan diri sebagai panggung balap nasional yang tidak hanya menghadirkan kecepatan, tetapi juga drama hingga garis finis.














