Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Arus penerbangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok melonjak tajam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Dalam sepekan, jumlah penumpang menembus lebih dari 52 ribu orang, disertai kenaikan signifikan pada pergerakan pesawat dan volume kargo.
Data operasional PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang BIZAM mencatat, sepanjang 11–17 Mei 2026, total penumpang yang dilayani mencapai 52.684 orang. Angka itu meningkat 11,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 47.117 penumpang.
Lonjakan trafik terlihat hampir setiap hari selama masa libur. Rata-rata penumpang harian mencapai 7.526 orang, lebih tinggi dibanding periode serupa tahun 2025 yang berkisar 6.731 penumpang per hari.
Tak hanya penumpang, intensitas penerbangan juga meningkat tajam. Selama tujuh hari, BIZAM mencatat 581 pergerakan pesawat atau naik 17,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 495 pergerakan.
Dengan rata-rata 83 penerbangan per hari, aktivitas di bandara terbesar di Nusa Tenggara Barat itu terlihat jauh lebih sibuk dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 71 penerbangan harian.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada sektor kargo. Volume barang yang dilayani melalui BIZAM mencapai 298.604 kilogram. Jumlah tersebut melonjak 76,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai 169.207 kilogram.
Peningkatan tajam pada distribusi kargo dinilai menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi dan logistik di NTB, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan distribusi barang selama libur panjang.
General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, mengatakan pertumbuhan trafik udara tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus menunjukkan semakin kuatnya konektivitas penerbangan menuju Lombok dan wilayah NTB lainnya.
“Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat selama periode libur Kenaikan Yesus Kristus menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan sektor transportasi udara di Lombok,” ujarnya.
Ia menegaskan pihak bandara telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan operasional berjalan lancar selama periode padat penumpang.
“Kami terus memastikan kesiapan operasional dan pelayanan agar seluruh aktivitas penerbangan berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa bandara,” katanya.
Selama masa libur panjang, pengelola bandara juga memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari maskapai, otoritas keamanan, pelayanan penumpang, hingga pengaturan lalu lintas di area terminal.
Optimalisasi dilakukan pada sisi pelayanan, keamanan, dan operasional guna mengantisipasi lonjakan keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
Pertumbuhan trafik di BIZAM menjadi salah satu indikator pulih dan tumbuhnya sektor pariwisata serta transportasi udara di NTB. Tingginya aktivitas penerbangan juga dipengaruhi meningkatnya kunjungan wisatawan domestik ke Lombok selama momentum libur nasional.
Ke depan, BIZAM menyatakan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga standar keselamatan penerbangan untuk mendukung pertumbuhan konektivitas udara di kawasan timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Barat.














