Denpasar, Jurnalekbis.com – Kasus kriminal yang melibatkan warga negara asing kembali mengguncang Bali. Seorang warga negara Rusia bernama Artem Ivanov diduga menjadi korban penculikan, penyekapan, penganiayaan, sekaligus perampasan aset kripto oleh sekelompok pelaku tak dikenal di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Peristiwa yang terjadi pada 2 Juli 2026 itu kini tengah diselidiki intensif oleh Polda Bali. Polisi masih memburu para pelaku dan mengumpulkan berbagai bukti, mulai dari rekaman kamera pengawas (CCTV) hingga jejak digital di sekitar lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengungkapkan, laporan awal yang diterima kepolisian berupa dugaan orang hilang. Namun, penyelidikan berkembang setelah korban ditemukan dalam kondisi selamat dan memberikan keterangan mengenai aksi penculikan yang dialaminya.
“Sebelumnya ada laporan orang hilang masuk ke Polda Bali. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata korban sudah kembali. Selanjutnya kami meminta keterangan korban dan diketahui telah terjadi penculikan, penganiayaan, serta pemaksaan untuk menyerahkan password aset kripto kepada pelaku,” ujar Ariasandy saat konferensi pers, Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula sekitar pukul 21.30 WITA saat Artem Ivanov meninggalkan sebuah restoran menuju tempat tinggalnya. Dalam perjalanan, mobil yang ditumpanginya dihentikan oleh dua orang menggunakan kendaraan berwarna hitam.
Korban kemudian dibawa ke lokasi yang belum diketahui dan disekap selama kurang lebih 30 jam. Selama penyekapan, pelaku diduga melakukan kekerasan fisik serta memaksa korban membuka akses ke akun aset kripto miliknya.
Setelah seluruh akses digital diperoleh, korban akhirnya dilepaskan pada pagi hari, 4 Juli 2026, di kawasan Jimbaran, tepatnya di depan Rumah Sakit Universitas Udayana.
Meski korban telah dibebaskan, polisi masih mendalami besaran kerugian yang dialami akibat pengurasan aset digital tersebut. Hingga kini, nilai aset kripto yang berhasil diambil pelaku belum dapat dipastikan.
Polda Bali juga belum menyimpulkan identitas maupun kewarganegaraan para pelaku. Aparat masih menelusuri kemungkinan keterlibatan warga negara asing maupun pelaku lokal dalam kasus tersebut.
“Saat ini anggota kami masih berada di lapangan melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap seluruh bukti, termasuk hasil analisis CCTV, komunikasi melalui telepon, serta pelacakan data pergerakan digital atau cell dump di sekitar lokasi kejadian,” kata Ariasandy.
Menurutnya, penyidik telah mengamankan rekaman CCTV dari restoran tempat korban terakhir terlihat, titik dugaan penculikan, hingga vila tempat korban menginap. Seluruh rekaman sedang dianalisis untuk mengidentifikasi kendaraan maupun pelaku yang terlibat.
Kasus ini kembali menjadi sorotan karena menyasar wisatawan asing di Bali yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata internasional. Selain mengusut pelaku, kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya jaringan kejahatan yang secara khusus mengincar korban dengan aset digital bernilai tinggi.
Polda Bali memastikan proses penyelidikan terus berjalan. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor guna mempercepat pengungkapan kasus. (S.Hadi)














