Porprov NTB 2026 Jadi Simulasi PON 2028, Mori Hanafi Bidik NTB Masuk 5 Besar Nasional

Porprov NTB 2026 Jadi Simulasi PON 2028, Mori Hanafi Bidik NTB Masuk 5 Besar Nasional

Mataram, Jurnalekbis.com  – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali. Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi, menegaskan seluruh penyelenggaraan Porprov tahun ini dirancang sebagai simulasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, yang akan digelar di NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Desain Porprov kali ini adalah dalam rangka kita menghadapi PON 2028. Seluruh sistem yang diterapkan diupayakan mendekati standar PON agar semua pihak, mulai dari atlet, pelatih, panitia hingga pemerintah daerah, sudah terbiasa ketika menjadi tuan rumah nanti,” ujar Mori Hanafi saat konferensi pers di Mataram, Kamis (16/7).

Porprov XI NTB secara resmi berlangsung pada 16–26 Juli 2026. Namun sejumlah cabang olahraga telah lebih dahulu mempertandingkan nomor-nomornya sejak 12 Juli, di antaranya aerosport, catur, sepak takraw, sepak bola, drum band, hingga gateball.

Sebanyak 51 cabang olahraga dipertandingkan dalam Porprov kali ini. Tiga di antaranya, yakni padel, ski air, dan teqball, berstatus cabang eksibisi sebagai bagian dari persiapan menuju PON mendatang.

Baca Juga :  PON XXI: Dance Sport dan Atletik Sumbang Medali untuk NTB

KONI NTB juga mulai menerapkan sistem digital dalam proses administrasi atlet. Untuk pertama kalinya, seluruh peserta didaftarkan melalui aplikasi Sporta, menggantikan sistem manual. Menurut Mori, langkah tersebut merupakan bagian dari adaptasi terhadap mekanisme pendaftaran atlet pada PON 2028 yang akan sepenuhnya berbasis daring.

Data panitia mencatat hingga menjelang pembukaan terdapat 4.860 atlet, 1.088 ofisial, serta 519 wasit, hakim, dan juri yang terlibat. Seluruh pertandingan tersebar di enam kabupaten/kota, yakni Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Di sisi lain, Mori mengungkapkan pelaksanaan Porprov tahun ini dilakukan dengan prinsip efisiensi anggaran. Total kebutuhan dana mencapai sekitar Rp14 miliar, dengan alokasi APBD sebesar Rp8,8 miliar, sedangkan sisanya dipenuhi melalui dukungan sponsor.

“Kami tetap menjaga transparansi. Dana dari APBD maupun sponsor dipisahkan penggunaannya sehingga tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan,” tegasnya.

Sejumlah perusahaan memberikan dukungan, di antaranya PT Amman Mineral senilai Rp1 miliar, Bank NTB Syariah sebesar Rp500 juta, serta bantuan armada transportasi dari PT Damri, selain dukungan berbagai perusahaan dan mitra lainnya dalam bentuk fasilitas maupun produk.

Baca Juga :  Ribuan Bikers Sulsel Siap Ramaikan MotoGP Mandalika!

Selain aspek olahraga, KONI NTB memperkirakan Porprov XI akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Jika Porprov 2023 menghasilkan perputaran uang sekitar Rp50 miliar, maka tahun ini nilainya diprediksi melampaui Rp100 miliar.

Perputaran ekonomi tersebut berasal dari aktivitas ribuan atlet, ofisial, tamu, pengurus cabang olahraga nasional, hingga wisatawan yang datang selama kompetisi berlangsung. Tercatat sekitar 4.200 kamar hotel telah dipesan untuk kebutuhan kontingen dan tamu resmi.

Mori optimistis antusiasme masyarakat juga akan tinggi. Berdasarkan tren pertandingan yang sudah berjalan, ia memperkirakan total penonton selama Porprov dapat mencapai lebih dari 150 ribu orang, terutama pada cabang olahraga sepak bola, bola voli, bola basket, dan berbagai nomor bela diri.

Lebih jauh, hasil Porprov akan menjadi dasar pembentukan pemusatan latihan daerah (Pelatda) jangka panjang sebagai persiapan PON 2028. Target yang dipasang KONI NTB cukup ambisius, yakni membawa NTB masuk lima besar nasional dengan raihan 60 medali emas.

Baca Juga :  KSP Serahkan Trofi GT World Challenge Asia di Mandalika

“Atlet-atlet terbaik hasil Porprov akan menjadi prioritas mengikuti pelatda selama dua tahun. Ini menjadi fondasi utama menuju PON 2028,” kata Mori.

Ia juga mengajak media massa ikut menyukseskan penyelenggaraan Porprov melalui pemberitaan yang berimbang dan edukatif. Menurutnya, dengan melibatkan lebih dari 7.000 orang yang terdiri dari atlet, ofisial, wasit, dan panitia, dinamika di lapangan tidak bisa dihindari, namun seluruh jajaran berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi suksesnya pesta olahraga terbesar di NTB tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *