Lombok Barat, Jurnalekbis.com– Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan bekas tempat hiburan di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Kobaran api dengan cepat menghanguskan sebagian besar bangunan setelah diperparah embusan angin kencang serta banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gedung.
Peristiwa itu mengundang perhatian warga sekitar. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari jarak beberapa kilometer. Warga sempat berupaya membantu sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Petugas UPTD Pemadam Kebakaran Batu Layar bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. Sejumlah armada diterjunkan untuk mengendalikan api yang terus membesar dan mengancam merambat ke bagian bangunan lainnya.
Kepala UPTD Damkar Batu Layar, Ida Bagus Ketut Mantre, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.05 Wita. Tim kemudian langsung menuju lokasi dengan mengerahkan kekuatan penuh.
“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.05 Wita dan langsung merespons menuju lokasi kejadian. Kami menurunkan armada dari UPTD Batu Layar dan mendapat bantuan dari dinas sehingga total ada empat armada yang diterjunkan, terdiri dari tiga mobil pemadam dan satu mobil suplai air,” ujarnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup berat. Selain api yang sudah membesar, kondisi bangunan yang tertutup membuat asap memenuhi seluruh ruangan. Situasi tersebut menyebabkan sejumlah petugas nyaris pingsan akibat menghirup asap tebal saat berupaya menjinakkan kobaran api dari dalam bangunan.
Angin yang bertiup cukup kencang juga menjadi kendala utama. Kobaran api terus membesar dan menyebar dengan cepat karena di dalam bangunan masih terdapat banyak material mudah terbakar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari sisi timur bangunan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk sementara, titik awal api diperkirakan berasal dari arah timur bangunan. Dugaan sementara disebabkan hubungan arus pendek listrik karena tidak ada aktivitas di lokasi tersebut,” kata Mantre.
Bangunan yang terbakar diketahui sudah tidak lagi beroperasi sebagai tempat hiburan. Saat kejadian, lokasi dalam keadaan kosong karena sedang menjalani proses renovasi oleh pemiliknya.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan bangunan diperkirakan mencapai 80 hingga 90 persen akibat besarnya kobaran api yang melahap hampir seluruh bagian gedung.
“Bangunan memang sudah tidak beroperasi dan sedang dalam tahap renovasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk tingkat kerusakan sementara diperkirakan mencapai sekitar 80 hingga 90 persen,” jelasnya.
Akibat kebakaran itu, pemilik bangunan diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp1 miliar. Nilai tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah dilakukan pendataan secara menyeluruh.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik tetap aman, termasuk pada bangunan yang tidak lagi digunakan. Pemeriksaan berkala terhadap jaringan listrik dinilai penting untuk mencegah potensi kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.













