Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Seorang pemancing lanjut usia dilaporkan hilang setelah tak kunjung kembali dari aktivitas memancing di perairan Pantai Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga pencarian hari pertama pada Minggu (26/7), Tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban karena operasi terkendala cuaca ekstrem di lokasi.
Korban diketahui bernama Amaq Mahyun (68), warga Batu Rimpang, Kabupaten Lombok Timur. Ia dilaporkan berangkat memancing pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 19.00 WITA. Namun hingga Minggu siang, korban tidak kembali ke rumah sehingga menimbulkan kekhawatiran keluarga.
Sebelum laporan disampaikan kepada Kantor SAR Mataram, warga bersama nelayan setempat telah melakukan pencarian secara mandiri di sekitar perairan Selong Belanak. Upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga bantuan resmi dari tim penyelamat akhirnya diminta.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram melalui Unit Siaga SAR Mandalika langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, personel SAR bergabung dengan berbagai unsur untuk memperluas area pencarian di laut maupun sepanjang pesisir.
Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gde Eka Suarjana, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, mengatakan kondisi alam menjadi tantangan terbesar selama operasi hari pertama.
“Pencarian hari pertama ini terkendala oleh kondisi cuaca ekstrem di lokasi, di mana kecepatan angin cukup kencang dan gelombang tinggi. Hasil sementara masih nihil,” ujar Gde Eka Suarjana, Minggu (26/7).
Kondisi gelombang yang tinggi membuat proses penyisiran di laut dilakukan dengan kehati-hatian. Meski demikian, tim tetap berupaya memaksimalkan pencarian di area yang diperkirakan menjadi titik terakhir aktivitas korban.
Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin (27/7) pagi. Tim SAR gabungan akan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) agar pencarian berlangsung lebih efektif.
SRU pertama akan menyisir perairan di sekitar lokasi korban diduga hilang menggunakan sarana yang tersedia. Sementara SRU kedua akan melakukan penyisiran darat di sepanjang garis pantai serta menyebarkan informasi kepada masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selong Belanak.
Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pencarian sekaligus mempercepat diperolehnya informasi apabila korban ditemukan oleh warga maupun kapal nelayan yang melintas.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain personel Pos Polairud Mandalika Polda NTB, Pos TNI AL Awang, Polsek Praya Barat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Selong Belanak, BPBD Kabupaten Lombok Tengah, Damkar dan Penyelamatan Lombok Tengah, serta masyarakat nelayan setempat.
Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam memperbesar peluang menemukan korban, terutama mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
Tim SAR juga mengimbau nelayan dan warga yang beraktivitas di sekitar perairan Selong Belanak agar segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban atau menemukan benda yang diduga berkaitan dengan aktivitas memancing tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus berlangsung dan korban belum berhasil ditemukan.













