Bulog NTB Genjot Distribusi Beras SPHP dan Premium, Harga Dijaga Tetap Rp14.900 per Kilogram

Bulog NTB Genjot Distribusi Beras SPHP dan Premium, Harga Dijaga Tetap Rp14.900 per Kilogram

Mataram, Jurnalekbis.com – Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras premium komersial guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman di seluruh daerah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk berkualitas di tengah meningkatnya permintaan pasar.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTB, Mara Kamin Siregar, menegaskan stok beras yang dikuasai BULOG dalam kondisi mencukupi. Distribusi tidak hanya menyasar pasar tradisional, tetapi juga diperluas ke jaringan ritel modern agar masyarakat semakin mudah memperoleh beras.

Selain beras SPHP, BULOG juga mengintensifkan penyaluran beras premium komersial bermerek Be Food dan Punokawan. Kedua produk tersebut dipasarkan melalui berbagai saluran distribusi resmi dengan harga yang mengikuti ketentuan pemerintah.

“Beras premium komersial kami distribusikan secara masif ke pasar umum maupun ritel modern. Ketersediaan stok di seluruh lini distribusi dipastikan aman sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh beras berkualitas di pusat perbelanjaan terdekat,” kata Mara Kamin Siregar.

Baca Juga :  Perjalanan ANTV: Dari ANTeve Hingga Jadi Stasiun TV Terbesar

Menurutnya, percepatan distribusi menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Dengan pasokan yang terus mengalir ke pasar, gejolak harga di tingkat konsumen diharapkan dapat ditekan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Beras premium yang dipasarkan BULOG diproduksi bersama Unit Bisnis Industri (UBI) BULOG dengan standar kualitas yang mengutamakan kebersihan, keamanan, dan higienitas. Produk tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan beras premium dengan harga yang tetap terkendali.

Mara memastikan distribusi dilakukan secara merata ke seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Jaringan penyaluran melibatkan pedagang pasar tradisional, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, dan Superindo.

“Kami memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok mencukupi dan distribusi terus berjalan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.

Baca Juga :  Aksi Kemanusiaan untuk Palestina di Mataram: Ribuan Warga Gaza Diharapkan Bisa Dibawa ke Indonesia

BULOG menetapkan harga jual beras premium komersial Be Food dan Punokawan sebesar Rp14.900 per kilogram, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga sekaligus memberikan pilihan beras berkualitas kepada masyarakat.

Distribusi melalui berbagai kanal penjualan dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki mobilitas perdagangan tinggi. Kehadiran produk BULOG di pasar tradisional maupun gerai ritel modern juga diharapkan memperkuat ketersediaan pasokan sehingga konsumen tidak mengalami kesulitan memperoleh beras.

Program penyaluran beras SPHP sendiri merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. Saat harga mulai bergerak naik, beras SPHP menjadi salah satu sumber pasokan tambahan yang dapat membantu menahan kenaikan harga di tingkat konsumen.

Di sisi lain, kehadiran beras premium komersial menjadi pelengkap strategi BULOG dalam memenuhi beragam kebutuhan masyarakat. Konsumen kini memiliki pilihan produk dengan kualitas premium namun tetap berada dalam batas harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  New women joined for coming tournament

BULOG NTB juga mengimbau masyarakat membeli beras sesuai kebutuhan melalui mitra resmi, baik di Rumah Pangan Kita, pasar tradisional, maupun ritel modern. Dengan stok yang dipastikan aman dan distribusi yang terus berjalan, pasokan beras di NTB diyakini tetap terjaga sehingga stabilitas harga pangan dapat dipertahankan dalam beberapa waktu ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *