Lombok Utara, Jurnalekbis.com – Yamaha Marine resmi memperkenalkan mesin tempel terbaru Yamaha F300F di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (6/8/2026). Produk berteknologi digital tersebut diproyeksikan mendukung pertumbuhan industri wisata bahari, transportasi laut, hingga kebutuhan operasional instansi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Peluncuran dilakukan bersamaan dengan pameran dan uji coba mesin yang berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu, 8 Agustus 2026. Pemilihan Pelabuhan Bangsal bukan tanpa alasan. Kawasan ini menjadi salah satu jalur utama penyeberangan wisatawan menuju Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang setiap hari dipadati kapal wisata.
Sales Manager PT Karya Bahari Abadi, distributor Yamaha Marine Outboard Motor & Water Vehicle, Samuel Waluyo, mengatakan NTB menjadi salah satu daerah dengan prospek pasar yang sangat besar karena pertumbuhan sektor wisata bahari terus meningkat.
“Potensi pariwisata di NTB masih sangat besar. Hari ini saja kapal-kapal penuh semua. Aktivitas penyeberangan menuju tiga gili menunjukkan kebutuhan transportasi laut yang semakin tinggi,” kata Samuel.
Menurut dia, peluang tersebut tidak hanya berada di Lombok Utara. Kawasan wisata di Pulau Sumbawa, termasuk Pulau Moyo, juga mengalami peningkatan kunjungan wisatawan yang sebagian besar mengandalkan transportasi laut.
Samuel mengatakan perubahan pola transportasi wisata juga mulai terlihat. Pengguna kapal perlahan meninggalkan mesin konvensional seperti ketinting karena membutuhkan waktu tempuh lebih lama dibanding mesin tempel modern.
“Kalau menggunakan ketinting, waktu penyeberangan lebih lama. Sekarang mulai banyak yang beralih menggunakan mesin tempel agar perjalanan lebih cepat,” ujarnya.
Yamaha F300F membawa sejumlah teknologi baru yang sebelumnya belum banyak digunakan pada mesin tempel di NTB. Salah satu fitur utamanya adalah Digital Electric Steering (DES) yang menggantikan sistem kemudi hidrolik.
Dengan teknologi tersebut, pengoperasian kemudi menjadi lebih ringan karena tidak lagi menggunakan oli hidrolik maupun power assist konvensional.
“Kalau sebelumnya masih memakai steering hidrolik, sekarang sudah menggunakan electric steering sehingga manuver kapal jauh lebih ringan,” jelas Samuel.
Selain itu, mesin ini dilengkapi fitur autopilot dan joystick yang dirancang mempermudah pengendalian kapal, terutama saat bersandar di dermaga atau melakukan parkir kapal. Operator tidak lagi harus berulang kali melakukan manuver maju dan mundur untuk mendapatkan posisi yang tepat.
Fitur autopilot juga dinilai memiliki manfaat bagi instansi seperti TNI, Polri maupun Basarnas yang menjalankan patroli laut. Dengan menentukan titik tujuan, pengemudi dapat lebih fokus memantau kondisi di sekitar kapal tanpa harus terus mengatur arah pelayaran secara manual.
Masuknya teknologi tersebut juga dibarengi penguatan layanan purnajual Yamaha Marine di NTB melalui PT Selecta Jaya Marine sebagai dealer resmi Yamaha Marine 3S yang menyediakan layanan penjualan, servis, dan suku cadang.
Samuel menegaskan keberadaan layanan 3S menjadi faktor penting karena kebutuhan pengguna tidak berhenti setelah membeli mesin.
“Tidak sekadar menjual mesin, tetapi juga harus menyediakan layanan servis dan ketersediaan spare part,” katanya.
Direktur CV Selecta Jaya Marine, Muhammad Rizky, mengungkapkan sektor pariwisata masih menjadi penyumbang terbesar penjualan mesin tempel Yamaha di NTB.
Dalam sekitar lima tahun terakhir, populasi mesin tempel Yamaha yang beroperasi di NTB telah mendekati 2.000 unit, didominasi kapal transportasi wisata dan diving resort.
“Potensinya memang sekarang didominasi pariwisata. Paling banyak digunakan untuk transportasi wisata, kemudian diving resort,” ujar Rizky.
Selain melayani kebutuhan operator wisata, permintaan juga datang dari instansi pemerintah dan sebagian nelayan. Selama pameran di Bangsal, Yamaha Marine menawarkan program harga khusus serta cashback untuk pembelian tipe tertentu sebagai upaya memperluas penggunaan mesin tempel modern di NTB.
Dengan pertumbuhan wisata bahari yang terus meningkat di Lombok dan Sumbawa, Yamaha Marine melihat adopsi teknologi mesin tempel pintar akan semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan transportasi laut yang lebih cepat, efisien, dan mudah dioperasikan.













