Lombok Barat, Jurnalekbis.com— Kantor SAR Mataram memastikan jenazah laki-laki yang ditemukan mengambang di kolam Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Selasa sore (18/8/2026), bukan korban kapal KM Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok.
Jenazah tersebut ditemukan saat tim SAR masih melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban insiden kapal terbakar di Selat Lombok. Begitu menerima laporan, personel SAR Mataram langsung bergerak menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mengevakuasi jasad.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan, hasil pemeriksaan medis memastikan jenazah yang ditemukan tidak berkaitan dengan kecelakaan KM Putri Yasmin.
“Kita yakinkan itu adalah bukan salah satu korban yang kita cari,” kata Hariyadi setelah proses evakuasi.
Menurut dia, jenazah ditemukan masih berada di dalam kawasan kolam Pelabuhan Lembar. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban diketahui merupakan tenaga kerja bongkar muat di kawasan pelabuhan.
“Setelah berdasarkan hasil visum dari pihak dokter, itu salah satu tenaga kerja bongkar muat di Lembar, karena lokasi penemuannya masih di dalam kolam pelabuhan,” ujarnya.
Identitas Jenazah
Hariyadi mengungkapkan, korban berjenis kelamin laki-laki dan diketahui bernama Misbah, warga Dusun Cengok, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.
Usia korban diperkirakan sekitar 60 tahun.
Jenazah pertama kali diketahui mengambang oleh seorang nelayan yang melintas di sekitar kawasan pelabuhan. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Posko SAR yang berada di Pelabuhan Lembar.
“Kami langsung menemukan posisi mengambang di sekitar kawasan kolam pelabuhan. Kami menerima laporan dari nelayan yang melintas di sekitar penemuan jenazah,” kata Hariyadi.
Setelah mendapatkan informasi, tim SAR bergerak melakukan evakuasi menggunakan RIB. Jenazah kemudian diserahkan untuk proses penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Tidak Berkaitan dengan Operasi KM Putri Yasmin
Penemuan jenazah sempat menjadi perhatian karena berlangsung ketika operasi SAR terhadap KM Putri Yasmin masih berjalan. Kapal tersebut sebelumnya mengalami kebakaran di perairan Selat Lombok.
Namun, berdasarkan pemeriksaan awal dan hasil visum, SAR memastikan Misbah bukan bagian dari korban yang sedang dicari dalam insiden kapal tersebut.
Kepastian ini menjadi penting untuk menghindari kesimpangsiuran informasi mengenai jumlah maupun identitas korban KM Putri Yasmin.
Operasi SAR terhadap insiden kapal terbakar itu tetap dilakukan secara terpisah. Personel Kantor SAR Mataram yang sebelumnya berada dalam kesiapsiagaan operasi langsung membagi penanganan setelah menerima laporan mengenai penemuan jenazah di Pelabuhan Lembar.
Hingga Selasa sore, proses pencarian korban KM Putri Yasmin masih menjadi fokus utama tim SAR di perairan Selat Lombok.
Penemuan jenazah Misbah juga menambah perhatian terhadap aspek keselamatan di kawasan pelabuhan, khususnya bagi para pekerja bongkar muat yang beraktivitas di sekitar kolam pelabuhan.
Pihak SAR mengimbau masyarakat maupun pengguna jasa pelabuhan untuk segera melaporkan setiap kejadian atau temuan mencurigakan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat.













