Rumah Adat Ende Perkuat Mitigasi Kebakaran, Astra Pasang 8 APAR

Rumah Adat Ende Perkuat Mitigasi Kebakaran, Astra Pasang 8 APAR

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Desa Wisata Sasak Ende, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai memperkuat sistem mitigasi kebakaran untuk melindungi kawasan rumah adat beratap ilalang. Langkah tersebut dilakukan bersama Astra melalui program Desa Sejahtera Astra dengan pemasangan alat pemadam api ringan (APAR) dan pelatihan penggunaannya.

Sebanyak 8 unit APAR telah dipasang di sejumlah fasilitas umum yang dinilai memiliki potensi risiko kebakaran. Jumlah tersebut direncanakan bertambah hingga 25 unit, termasuk untuk rumah-rumah warga yang berada di kawasan desa wisata.

Ketua Pokdarwis Wisata Rumah Adat Ende, Tantowi Surahman, mengatakan pemasangan APAR merupakan bagian dari upaya pencegahan agar masyarakat memiliki kesiapan ketika menghadapi potensi kebakaran.

“Lebih baik kita sudah tahu cara mencegah dan segala macamnya baru kita bisa mengatakan bahwa kalau seandainya ada indikasi kebakaran, kita sudah meminimalisir itu akan terjadi,” kata Tantowi, Kamis (27/8).

Menurutnya, Desa Wisata Sasak Ende memiliki sekitar 58 bangunan tradisional beratap ilalang. Kawasan tersebut dihuni sekitar 35 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 170 jiwa.

Karena itu, keberadaan perangkat pemadam menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga. Tantowi menegaskan masyarakat tidak dalam kondisi panik, tetapi memilih membangun sistem pencegahan sejak dini.

Baca Juga :  Dukung Posisi Indonesia di Industri Tembaga Dunia,AMMAN Perkuat Transformasi Pertambangan

“Kalau kita sudah ada perangkat alatnya untuk alat pemadam kebakaran, otomatis rasa aman kita itu mungkin akan lebih meningkat,” ujarnya.

Astra Dorong Mitigasi Berbasis Masyarakat

Penguatan mitigasi di Ende dilakukan Astra melalui program Desa Sejahtera Astra. Perwakilan Astra sekaligus Koordinator Wilayah Grup Astra Mataram, Ivan Pratama, mengatakan program tersebut memiliki empat pilar, yakni pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan.

Untuk Desa Ende, dukungan yang sudah berjalan antara lain pengembangan sarana kewirausahaan berupa dapur cooking class. Fasilitas itu disiapkan sebagai sarana masyarakat untuk memasak sekaligus memberikan pengalaman kepada wisatawan yang berkunjung.

“Harapannya dengan adanya itu menjadi poin tambahan untuk Desa Ende memberikan experience yang lebih untuk wisatawan sehingga bisa merasakan kehidupan di Desa Ende,” kata Ivan.

Selain sarana pendukung pariwisata, Astra kini memperluas dukungan pada aspek keselamatan. Salah satunya melalui penyediaan APAR serta pelatihan penggunaannya.

Ivan menjelaskan, delapan APAR yang telah diberikan saat ini ditempatkan di fasilitas umum, antara lain musala, tempat kopi, aula, serta area cooking class.

Baca Juga :  BULOG dan TNI Bergerak, Bantuan Pangan untuk Korban Kebakaran Sade

“Yang sudah di-support oleh Astra saat ini baru 8 APAR untuk dipasang di fasum, di fasilitas umum,” ujarnya.

Penempatan tersebut dilakukan pada titik-titik yang dianggap memiliki potensi memicu atau terdampak kebakaran. Ke depan, jumlah APAR akan ditambah, terutama untuk rumah warga yang bermukim di kawasan tersebut.

Pelatihan Damkar Jadi Bagian Mitigasi

Pada 27 Agustus 2026, masyarakat Desa Ende juga mendapatkan pelatihan terkait penggunaan APAR dengan melibatkan pihak pemadam kebakaran. Sebelumnya, warga telah memperoleh pelatihan dari FNPB yang turut difasilitasi Astra.

Tantowi mengatakan pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada sejumlah orang saja. Ia berharap seluruh keluarga yang tinggal di kawasan rumah adat memahami cara menggunakan APAR ketika terjadi keadaan darurat.

“Meskipun dalam skala kecil, ke depannya kita juga mengusulkan kepada Astra bahwa akan diadakan pelatihan secara menyeluruh bagi keluarga kita ataupun bagi siapa pun yang tinggal di sini,” katanya.

Selain APAR, Desa Ende juga tengah membahas kebutuhan sistem hidran sebagai bagian dari mitigasi lanjutan.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor di Desa Barabali, Satu Rumah Rusak

Dari sisi kelistrikan, Tantowi menyebut rumah warga masih menggunakan jaringan listrik biasa dengan sistem meter pulsa. Kabel listrik juga belum menggunakan sistem tanam karena pertimbangan biaya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang masih perlu diperhatikan dalam penguatan keselamatan kawasan rumah adat.

Bagi Desa Wisata Sasak Ende, mitigasi kebakaran kini tidak sekadar soal menyediakan alat pemadam. Edukasi, kesiapan warga, pemetaan titik rawan, hingga rencana pengembangan hidran menjadi bagian dari upaya menjaga permukiman sekaligus destinasi wisata yang masih mempertahankan bangunan tradisional beratap ilalang.

Dengan 58 bangunan tradisional dan sekitar 170 jiwa yang berada di kawasan tersebut, kesiapsiagaan menjadi langkah penting agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin tanpa menunggu api membesar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *