Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menkeu
Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Jakarta, Jurnalekbis.com – Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil mengaku menerima informasi mengenai penunjukan tersebut pada Senin pagi sebelum menjalani proses pelantikan pada sore hari.

Suahasil mengatakan dirinya menerima amanah tersebut setelah mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sekaligus memastikan akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan.

“Bapak Presiden dan Negara Republik Indonesia memberikan kepercayaan tersebut kepada saya. Saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut dan semoga bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden,” kata Suahasil kepada wartawan seusai bertemu Presiden.

Pergantian posisi Menteri Keuangan ini menjadi perhatian karena Suahasil sebelumnya sudah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia pernah menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memahami langsung pengelolaan fiskal serta pelaksanaan APBN.

Menariknya, Suahasil mengungkapkan tidak melakukan komunikasi khusus dengan Prabowo sebelum menerima penugasan tersebut. Ia menyebut informasi mengenai proses pergantian baru diterimanya pada pagi hari.

“Untuk proses, saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini,” ujarnya.

Setelah menerima mandat, Suahasil menyebut Presiden memberikan arahan utama untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Menurut dia, APBN harus tetap mampu menjalankan program prioritas pemerintah tanpa mengorbankan stabilitas fiskal.

“APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu, APBN harus sehat,” katanya.

Selain menjaga kesehatan APBN, Suahasil menekankan pentingnya kredibilitas. Ia ingin pemerintah memiliki anggaran yang dapat dipercaya sekaligus mampu menopang pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Suahasil juga memastikan pemerintah tetap mempertahankan batas defisit APBN di bawah 3 persen.

“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting setelah pergantian Menteri Keuangan. Suahasil ingin pasar dan masyarakat melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari kesinambungan kebijakan fiskal, bukan perubahan arah secara drastis.

Ia bahkan menilai penunjukan dirinya lebih tepat disebut sebagai kelanjutan pekerjaan yang selama ini berjalan di Kementerian Keuangan.

“Ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan, kelanjutan,” ujar Suahasil.

Fokus pada APBN dan Program Prioritas

Suahasil mengatakan prioritas awalnya adalah menjaga APBN tetap kredibel. Ia juga menyoroti komunikasi publik sebagai bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap kebijakan fiskal pemerintah.

“Saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya,” katanya.

Menurut Suahasil, APBN harus memastikan program prioritas nasional berjalan sesuai arahan Presiden dan kabinet. Karena itu, Kementerian Keuangan akan mengarahkan pengelolaan anggaran untuk mendukung agenda pemerintah sekaligus menjaga kondisi fiskal.

Dengan jumlah pegawai sekitar 77.000 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Suahasil menyebut Kementerian Keuangan memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan sekaligus stabilitas ekonomi.

Ia juga menanggapi isu efisiensi anggaran yang selama ini menjadi perhatian pemerintah. Suahasil menegaskan efisiensi tidak identik dengan sekadar memangkas belanja.

Menurut dia, efisiensi berarti menggunakan anggaran secara optimal sehingga menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal,” jelasnya.

Suahasil menjelaskan APBN memiliki tiga komponen utama, yakni penerimaan, belanja, dan pembiayaan. Pada sisi belanja, pemerintah akan terus mencari ruang agar penggunaan anggaran lebih efisien tanpa mengurangi hasil yang sudah ditargetkan.

Soal Bea Cukai, Suahasil Tunggu Evaluasi

Pergantian Menteri Keuangan juga memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan perombakan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Suahasil memilih belum memberikan banyak detail. Ia mengatakan Kementerian Keuangan akan melihat keputusan yang sudah berjalan sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Nanti kita lihat. Kemarin memang ada pelantikan, minggu lalu, dan tentu nanti kita akan lihat pelantikan seperti apa, keputusan Menteri Keuangannya seperti apa dan kita akan tindak lanjuti dari situ,” ujarnya.

Mengenai proses transisi, Suahasil memastikan koordinasi akan menjadi langkah awal. Setelah pelantikan, ia akan kembali ke Kementerian Keuangan untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan.

“Transisi pasti harus kita koordinasikan dengan baik. Setelah ini saya akan kembali ke Kementerian Keuangan dan kita akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan seperti biasa,” katanya.

Suahasil juga menyerahkan kepada Presiden jika wartawan ingin mengetahui lebih jauh mengenai alasan pergantian tersebut.

Sementara itu, ketika ditanya apakah Presiden Prabowo telah memberikan arahan lain terkait kondisi pasar, Suahasil mengatakan pemerintah akan terus menjaga keuangan negara.

Ia memahami pasar memiliki mekanisme dan pertimbangannya sendiri. Namun, dia kembali menekankan bahwa pergantian tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah arah pengelolaan fiskal secara mendasar.

Bagi Suahasil, tugas utamanya kini jelas: menjaga kesehatan keuangan negara, memastikan APBN tetap kredibel, mendukung program prioritas pemerintah, serta menjaga agar kebijakan fiskal tetap memberikan dampak bagi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Dengan mandat baru tersebut, perhatian publik kini tertuju pada langkah pertama Suahasil di Kementerian Keuangan, terutama dalam menjaga defisit tetap di bawah 3 persen dan memastikan APBN tetap dipercaya pasar serta masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *