MotoGP Mandalika 2026: 2.678 Personel Siaga, Skenario Bom hingga Demo Diuji

MotoGP Mandalika 2026: 2.678 Personel Siaga, Skenario Bom hingga Demo Diuji
MotoGP Mandalika 2026: 2.678 Personel Siaga, Skenario Bom hingga Demo Diuji
Materi Iklan FINAL 2026

 Jurnalekbis.com – Suasana di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak memanas. Sejumlah kelompok massa digambarkan mendatangi kantor Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan menggelar aksi unjuk rasa.

Situasi kemudian berkembang menjadi kericuhan. Jumlah massa bertambah dan aparat kepolisian menghadapi skenario aksi yang semakin tidak terkendali.

Brimob Polda NTB turun tangan. Dua unit K9 dikerahkan untuk menghalau massa sekaligus mengantisipasi ancaman keamanan di kawasan sirkuit.

Simulasi kemudian meningkat ke skenario yang lebih ekstrem. Polisi menghadapi aksi teror berupa penembakan dan ancaman bom. Personel menghadapi kelompok bersenjata hingga akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku.

Petugas juga menemukan benda yang disimulasikan sebagai bom di area sirkuit. Tim penjinak bahan peledak kemudian bergerak untuk mengamankan dan menjinakkan benda tersebut.

Namun, seluruh rangkaian tersebut bukan kejadian nyata.

Adegan menegangkan itu merupakan bagian dari simulasi pengamanan MotoGP Mandalika 2026 yang digelar aparat gabungan untuk menguji kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan selama penyelenggaraan ajang balap internasional tersebut.

MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.

Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja mengatakan simulasi menjadi bagian dari rangkaian persiapan pengamanan yang dilakukan secara bertahap.

Menurut Kalingga, pengamanan tidak hanya berfokus pada kawasan sirkuit. Aparat juga menyiapkan pengamanan di wilayah sekitar serta jalur kedatangan dan kepulangan wisatawan maupun peserta.

“Untuk personel yang dilibatkan pada Operasi Mandalika pada tahun ini adalah 2.678 orang. Itu yang langsung di dalam pengamanan di objek Mandalika, Ring 2, Ring 3 dan Ring 4,” kata Kalingga, Senin (28/9).

Jumlah tersebut merupakan personel gabungan. Polda NTB juga melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, ITDC, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

Selain pengamanan di kawasan Mandalika, sepuluh Polres turut menjalankan operasi imbangan di wilayah masing-masing.

Strategi tersebut, kata Kalingga, berjalan sejak sebelum hingga setelah pelaksanaan MotoGP. Aparat memetakan potensi gangguan dan menyiapkan skenario kontingensi jika muncul situasi yang dapat mengganggu jalannya kegiatan.

“Dari H-20 sampai dengan H+10 kita lakukan rangkaian-rangkaian kegiatan yang secara sistematis, termasuk pada hari ini. Hari ini adalah Operasi Mandalika Kontijensi,” ujarnya.

Salah satu perhatian aparat adalah kemungkinan munculnya aksi massa atau kegiatan yang sengaja mengganggu penyelenggaraan MotoGP.

“Kami mengantisipasi sedemikian rupa apabila ada unjuk rasa atau kegiatan-kegiatan yang sengaja ingin menggagalkan atau tidak menyukseskan acara MotoGP ini,” kata Kalingga.

Pengamanan juga mencakup ancaman dari udara. Kalingga menyebut unsur anti drone ikut disiapkan dalam operasi tersebut.

Menurut dia, dukungan juga dapat datang dari Mabes Polri dan TNI Angkatan Udara. Aparat juga menyiapkan dukungan helikopter dari Mabes Polri.

Di sisi penyelenggara, Chairman Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Troy Reza Warokka memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan berbagai pemangku kepentingan.

Materi Iklan FINAL 2026

“Kami bersama Polda, Polri, dan TNI menyiapkan. Mulai dari jalur, mulai dari pintu masuk, semua sudah kita siapkan,” kata Troy.

MGPA juga berkoordinasi dengan Dorna terkait standar penyelenggaraan dan batasan keamanan selama event berlangsung.

Troy mengatakan kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk akses masuk kawasan sirkuit serta koordinasi lintas instansi.

“Koordinasi harus. Dengan siapa pun kita koordinasi. Bukan hanya dengan satu pihak, dengan semua pihak kita koordinasi,” ujarnya.

Ia juga menyebut koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Terkait kemungkinan kehadiran Presiden dalam gelaran MotoGP, Troy mengatakan pihak penyelenggara terus melakukan persiapan.

“Kalau ditanya Presiden hadir atau tidak, kami mengusahakan, kami mempersiapkan, itu sudah tugas kita. Jadi apapun yang terjadi kita siap,” katanya.

Bagi penyelenggara, MotoGP Mandalika bukan sekadar agenda olahraga. Gelaran tersebut juga menjadi salah satu kegiatan internasional yang berdampak terhadap pergerakan ekonomi dan pariwisata NTB.

Karena itu, simulasi pengamanan digelar untuk menguji koordinasi antar personil sebelum ribuan penonton, wisatawan, pembalap, kru, dan tamu datang ke kawasan Mandalika.

Dari skenario demo hingga ancaman teror, aparat ingin memastikan setiap potensi gangguan memiliki respons yang terukur.

Dengan waktu pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 yang semakin dekat, kesiapan keamanan menjadi salah satu faktor penting agar seluruh rangkaian event berlangsung tertib dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *