Rocky Gerung Masuk Wantimpres Prabowo, Kritik Kini Jadi Nasihat?

Rocky Gerung Masuk Wantimpres Prabowo, Kritik Kini Jadi Nasihat?
Rocky Gerung Masuk Wantimpres Prabowo, Kritik Kini Jadi Nasihat?
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com  — Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Penunjukan ini langsung menjadi perhatian karena Rocky selama bertahun-tahun dikenal sebagai pengamat politik yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah dan kebijakan kekuasaan.

Rocky hadir di Kompleks Istana Kepresidenan bersama sejumlah tokoh lain yang masuk dalam jajaran Wantimpres. Pelantikan tersebut menandai masuknya figur yang dikenal vokal di ruang publik ke lembaga yang memiliki tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Dalam susunan baru tersebut, Pratikno menjadi Ketua Wantimpres, sedangkan Muhammad Hatta Rajasa menempati posisi Wakil Ketua. Sejumlah tokoh dari latar belakang politik, pemerintahan, dunia usaha, akademisi, organisasi keagamaan, hingga masyarakat sipil juga masuk dalam jajaran tersebut.

Nama Rocky menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Selama ini, ia dikenal sebagai pengamat dan akademisi yang aktif menyampaikan pandangan kritis mengenai pemerintahan, politik, demokrasi, serta relasi kekuasaan. Karena itu, perpindahan posisinya dari luar pemerintahan ke lingkungan resmi kepresidenan menjadi perubahan peran yang mencolok.

Namun, status Wantimpres bukanlah jabatan menteri. Berdasarkan UU Nomor 64 Tahun 2024, Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia merupakan lembaga negara yang bertanggung jawab kepada Presiden. Tugas utamanya memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

UU tersebut juga mengubah ketentuan lama mengenai jumlah anggota. Jika sebelumnya Wantimpres dibatasi sembilan orang, aturan baru tidak lagi menetapkan batas maksimal tersebut. Jumlah anggota ditentukan sesuai kebutuhan Presiden dengan mempertimbangkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam daftar yang dilaporkan sejumlah media, terdapat 25 nama yang dilantik. Mereka antara lain Pratikno, Muhammad Qodari, Hatta Rajasa, Agum Gumelar, Soekarwo, Dato Sri Tahir, Ignasius Jonan, Budi Gunawan, Jusuf Hamka, Said Aqil Siradj, Yahya Cholil Staquf, Quraish Shihab, Anwar Usman, Chairul Tanjung, Bambang Soesatyo, Sinta Nuriyah Wahid, Philip Kuncoro Wijaya, Ida Bagus Purwalaksana, Salim Segaf Aljufri, Budi Tanoe Wibowo, Jusuf Wanandi, Anwar Iskandar, Rocky Gerung, Margarito Kamis, dan Muhammad Hatta.

Materi Iklan FINAL 2026

Bagi Rocky, posisi tersebut membuka ruang baru untuk menyampaikan gagasan langsung dalam lingkar pengambilan keputusan negara. Di sisi lain, publik tentu akan mencermati bagaimana seorang figur yang sebelumnya dikenal kritis menjalankan fungsi pertimbangan ketika berada di dalam struktur resmi kepresidenan.

Perubahan posisi itu sendiri belum otomatis menunjukkan perubahan pandangan politik seseorang. Ukurannya akan terlihat dari gagasan, nasihat, dan kontribusi yang diberikan dalam menjalankan tugas Wantimpres.

Dengan demikian, perhatian publik kini bukan sekadar pada masuknya Rocky Gerung ke Istana, tetapi juga pada bagaimana suara kritisnya diterjemahkan menjadi masukan dalam proses pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *