Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Warga Lombok Diminta Tak Panic Buying

Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Warga Lombok Diminta Tak Panic Buying
Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Warga Lombok Diminta Tak Panic Buying
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com – Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani memastikan beras premium tersedia di sejumlah supermarket di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (10/10/2026). Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, ia menemukan beras premium produk Bulog tersedia di rak penjualan dengan harga maksimal Rp74.500 per kemasan 5 kilogram.

Harga tersebut setara Rp14.900 per kilogram. Bulog melakukan pengecekan untuk memastikan pasokan beras tetap tersedia dan harga ritel terkendali di tengah isu kelangkaan beras di sejumlah daerah.

Rizal meminta masyarakat NTB tidak khawatir terhadap ketersediaan beras dan menghindari pembelian berlebihan atau panic buying.

“Beras premium Bulog tersedia dengan harga maksimal Rp74.500 untuk kemasan 5 kilogram atau setara Rp14.900 per kilogram,” ujar Rizal saat sidak di salah satu supermarket di Mataram.

Bulog Perkuat Pasokan Beras di NTB

Rizal menjelaskan, NTB masuk Zona 1 dalam distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Berdasarkan ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang disampaikan dalam keterangan tersebut, harga eceran tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp12.500 per kilogram, sedangkan beras premium maksimal Rp14.900 per kilogram.

Perbedaan harga ini penting bagi konsumen saat memilih beras sesuai kebutuhan rumah tangga. Masyarakat juga perlu memperhatikan jenis beras dan berat kemasan ketika membandingkan harga di toko.

Bulog melakukan sidak untuk melihat langsung kondisi pasokan di tingkat ritel, sekaligus memastikan konsumen masih dapat menemukan beras dengan harga sesuai ketentuan.

Stok Beras Bulog Tembus 4,5 Juta Ton

Di tingkat nasional, Bulog mencatat stok beras mencapai 4,5 juta ton per 9 Oktober 2026. Rizal menyebut jumlah tersebut cukup untuk mendukung ketahanan pangan nasional hingga Juli 2027.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan, khususnya untuk komoditas beras. Kami jamin stok beras yang dikuasai BULOG saat ini sangat mumpuni dan cukup untuk menyokong ketahanan pangan nasional hingga bulan Juli 2027,” pungkasnya.

Besarnya stok nasional menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras. Namun, kondisi pasokan di tingkat konsumen juga bergantung pada kelancaran distribusi dan kemampuan pedagang menyediakan produk dengan harga yang sesuai.

Bulog Siapkan Intervensi 300.000 Ton Beras

Sidak di Lombok menjadi bagian dari strategi Bulog untuk memperkuat pasokan beras komersial. Sehari sebelumnya, Bulog mengumumkan rencana menggelontorkan 300.000 ton beras komersial hingga akhir 2026.

Langkah ini bertujuan menambah pasokan beras premium yang mulai menipis di tengah tingginya harga gabah di tingkat petani, yakni sekitar Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram.

Kenaikan harga gabah dapat meningkatkan biaya pengadaan bahan baku bagi pelaku usaha perberasan. Karena itu, tambahan pasokan menjadi salah satu langkah yang ditempuh Bulog untuk menjaga ketersediaan beras premium di pasar.

Materi Iklan FINAL 2026

Meski demikian, efektivitas intervensi tersebut akan terlihat dari perkembangan stok di tingkat ritel dan pergerakan harga selama periode penyaluran.

Harga Beras Nasional Masih Jadi Perhatian

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang tercantum dalam informasi tersebut menunjukkan harga rata-rata nasional beras premium mencapai Rp16.525 per kilogram. Sementara itu, beras medium berada di level Rp14.676 per kilogram.

Angka tersebut menunjukkan perbedaan harga antara kategori beras di pasar nasional dan harga maksimal beras premium Bulog di NTB. Namun, perbandingan ini perlu mempertimbangkan jenis produk, saluran penjualan, serta ketentuan harga yang berlaku.

Bagi masyarakat Lombok, ketersediaan beras di supermarket menjadi kabar penting di tengah kekhawatiran pasokan. Selanjutnya, konsistensi distribusi dan pengawasan harga akan menentukan apakah konsumen dapat memperoleh beras dengan mudah tanpa menghadapi lonjakan harga yang memberatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *