Omzet UMKM Mandalika Tembus Rp400 Juta, Naik 62 Persen Saat MotoGP 2026

Omzet UMKM Mandalika Tembus Rp400 Juta, Naik 62 Persen Saat MotoGP 2026
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com – Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tak hanya menyedot perhatian penggemar balap dunia, tetapi juga mendongkrak omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama tiga hari pelaksanaan, 9–11 Oktober 2026, omzet 30 UMKM binaan Pertamina yang berpartisipasi dalam Festival Mandalika menembus Rp400 juta.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan capaian tersebut meningkat sekitar 62 persen dibandingkan omzet tahun sebelumnya yang mencapai Rp260 juta.

“Omzet sampai Rp400 juta di 30 booth itu luar biasa. Dan peningkatan itu nyata terjadi, dari Rp260 juta di tahun lalu, sekarang Rp400 juta lebih,” kata Ahad, Senin (12/10).

Menurut dia, angka tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang balap internasional di Sirkuit Mandalika membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, khususnya sektor kuliner dan produk kreatif.

Wisatawan Asing Ikut Berburu Kuliner Lokal

Festival Mandalika menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi selama gelaran MotoGP berlangsung. Penonton domestik maupun mancanegara memanfaatkan area tersebut untuk menikmati makanan khas Indonesia dan membeli produk UMKM.

Ahad menyebut kehadiran wisatawan asing turut memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.

Pertamina juga menghadirkan sejumlah inovasi dalam kegiatan tahun ini. Selain kuliner dan merchandise, perusahaan membawa UMKM yang menawarkan produk lulur serta layanan pijat refleksi.

Inovasi tersebut menyasar kebutuhan pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam di area sirkuit. Dengan demikian, UMKM tidak hanya menjual produk, tetapi juga menawarkan pengalaman dan layanan kepada penonton.

“Ini jadi bagian kita juga memberikan kesempatan para pelaku UMKM untuk merasa ikut serta, ikut terlibat, ikut menjadi bagian dari event internasional dan juga merasakan eksposur kelas dunia,” ujar Ahad.

Dampak Ekonomi Menjalar ke Luar Sirkuit

Perputaran uang selama MotoGP Mandalika juga dirasakan pelaku usaha di luar kawasan sirkuit. Ahad mencontohkan peningkatan permintaan di usaha kuliner di Mataram yang ikut menerima dampak kunjungan wisatawan.

Ia menceritakan pengalamannya saat hendak menikmati hidangan di Sate Buntut Bu Wong. Ketika datang pada jam makan siang, menu buntut yang biasanya tersedia hingga malam sudah habis.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu indikasi meningkatnya permintaan konsumen selama periode penyelenggaraan MotoGP. Meski demikian, pengalaman itu belum mewakili keseluruhan omzet sektor kuliner di NTB.

Efek berganda ini berpotensi memperluas manfaat ekonomi dari ajang internasional, mulai dari pedagang makanan hingga penyedia jasa dan produk lokal.

Pertamina Dukung Fasilitas UMKM

Untuk menunjang aktivitas usaha, Pertamina memberikan dukungan fasilitas bagi UMKM di area Festival Mandalika. Perusahaan juga menyediakan Bright Gas untuk kebutuhan memasak pada stan kuliner di area yang dikelola Pemerintah Provinsi NTB.

Materi Iklan FINAL 2026

Ahad menjelaskan, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan penyelenggaraan MotoGP agar manfaatnya tidak berhenti pada sektor energi dan pariwisata.

“Kalau kita tidak optimalkan dengan menyemarakkan UMKM dan lain-lain, tentunya sepanjang tiga hari tersebut sangat sayang peluangnya kalau tidak kita optimalkan,” katanya.

Capaian omzet lebih dari Rp400 juta menjadi catatan positif bagi UMKM binaan Pertamina dalam gelaran tahun ini. Namun, dampak ekonomi MotoGP Mandalika secara keseluruhan masih memerlukan pengukuran lebih luas, termasuk transaksi usaha di luar sirkuit, akomodasi, transportasi, dan sektor pariwisata lainnya.

Bagi pelaku UMKM NTB, tantangan berikutnya adalah menjaga pelanggan yang datang selama MotoGP agar kembali membeli produk lokal setelah ajang balap internasional tersebut berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *