Mangupura, – Hasil pencarian dihari keempat, Kamis (5/11/2026) terhadap dua orang yang menjadi korban tanah longsor di area wisata Pelaga Eco Park, desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali masih nihil.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan, menyasar tiga titik yang dicurigai keberadaan korban diantaranya menyisir sungai, menaikkan material longsor yang berada di sungai dan berusaha menyemprotkan air guna membersihkan lumpur di titik longsor.
Tim SAR gabungan hingga hari keempat masih terkendala dengan alat yang digunakan masih manual, sedangkan ketebalan material longsor yang berada di titik longsor baru lima puluh persen berkurang.
Dudi Librana selaku Dantim Basarnas, menyatakan pencarian untuk hari keempat masih nihil, meskipun di pencarian hari keempat ini sudah melakukan tiga sistem hasilnya masih nihil juga.
“Pelaksanaan dihari keempat pencarian terhadap dua orang warga yang hilang akibat longsor masih nihil, kami sudah melakukan tiga sistem pencarian yang pertama di titik longsor, kita sudah melakukan pembersihan lumpur mencapai lima puluh persen dengan cara menyemprotkan air namun hasil masih nihil, begitu juga dengan melakukan pencarian disepanjang sungai masih nihil dan pencarian di sungai sampai dam juga masih nihil,” ucapnya.
Dudi Librana tidak menyangkal dengan keterbatasan alat untuk mencari korban menjadi kendala utama, meski sudah menggunakan alkon untuk menyemprotkan air guna mengurangi ketebalan lumpur masih belum maksimal. Menurutnya medan yang terjal pun menjadi kendala untuk mendatangkan alat berat seperti excavator.
“Kendala sih tidak ada yang signifikan, namun ada pergeseran lumpur secara manual. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PUPR rencana untuk mendatangkan excavator akan tetapi excavator tidak bisa menuju ke lokasi tempat kejadian,” ujarnya.
Selama tiga hari pencarian, tim SAR gabungan menggunakan alat manual seperti peralatan cangkul, pompa air dan sensor pemotong kayu atau bambu yang masih berada di areal sungai, selain itu juga tim SAR gabungan dibantu dengan seekor anjing k-9. Hal ini masih menyulitkan tim untuk mempercepat menemukan titik terang dimana kedua korban tersebut berada.
Musibah longsor yang menimpa kawasan wisata Pelaga Eco Park ini terjadi pada Minggu malam (1/11/2026), longsor menimpa empat tenda glamping, akibat terkena longsor 3 tenda mengalami rusak parah dan sedangkan satu tenda hanyut terbawa arus sungai yang ada di sekitar area glamping.
Pada saat peristiwa, terdapat 23 wisatawan yang sedang menginap, 21 orang berhasil selamat, namun dua orang belum diketahui keberadaannya yakni WNI bernama Bangkit Mubarok (27) dan satu lagi WNA asal Jerman bernama Sacha Erich Schubert. Hadi












