Usia 13 Tahun, Kenzie Akbar Juara Race 1 MRS Mandalika 2026

Usia 13 Tahun, Kenzie Akbar Juara Race 1 MRS Mandalika 2026
KENZIE AKBAR DA.N YAMAHA NITRACING DRSS PIKOL DYNAVOLT

Lombok Tengah – Pembalap muda Kenzie Akbar menunjukkan kemampuannya di ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2026 Round 5. Pembalap berusia 13 tahun itu berhasil merebut podium pertama Indonesia Junior Talent Cup Race 1 setelah menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 16 menit 49,730 detik di Pertamina Mandalika International Circuit.

Kenzie yang memperkuat Yamaha Nitracing DRSS Pikol Dynavolt Racing tampil sebagai pembalap tercepat. Ia unggul 8,086 detik dari Gilang Putra yang menempati posisi kedua dengan catatan waktu terpaut tersebut.

KENZIE AKBAR DA.N YAMAHA NITRACING DRSS PIKOL DYNAVOLT
KENZIE AKBAR DA.N YAMAHA NITRACING DRSS PIKOL DYNAVOLT

Sementara itu, Juna Oktavian dari Astra Motor Racing Team Yogyakarta finis di posisi ketiga dengan selisih 8,383 detik. Posisi keempat ditempati Ahmad Azel dari Astra Motor Racing Team Kalimantan, disusul Moch Zidan Deo di urutan kelima.

Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Kenzie. Apalagi, usianya masih sangat muda, tetapi sudah memiliki pengalaman panjang di dunia balap motor.

Dalam wawancara seusai balapan, Kenzie mengaku sangat bahagia bisa meraih kemenangan di Race 1.

“Alhamdulillah, hari ini aku bisa juara satu. Aku sangat senang sekali bisa menduduki podium pertama,” kata Kenzie.

Menariknya, Kenzie mulai mengenal dunia balap sejak berusia 2,5 tahun. Ia bahkan sudah mampu mengendarai sepeda motor ketika berumur sekitar tiga tahun.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Kenzie dalam menghadapi persaingan di lintasan balap, termasuk karakter sirkuit Mandalika yang memiliki tantangan tersendiri.

Menurutnya, salah satu kesulitan terbesar saat berlaga di Mandalika adalah terpaan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut menuntut pembalap mampu menjaga kestabilan motor, terutama ketika melaju di lintasan lurus.

“Kalau anginnya sangat kencang, saya mengubah posisi tubuh saat di trek lurus supaya lebih aerodinamis,” ujarnya.

Selain angin, Kenzie menyebut tikungan 2, 3, dan 4 sebagai bagian lintasan yang cukup sulit. Ia harus menjaga keseimbangan dan mengendalikan motor agar tidak kehilangan kendali saat memasuki tikungan.

Meski persaingan berlangsung ketat, Kenzie mengaku mampu menjaga ritme balapan. Ia melihat sejumlah pembalap di belakangnya berusaha melakukan overtake, tetapi tetap fokus mempertahankan posisinya.

Kemenangan di Race 1 juga menambah catatan prestasi Kenzie di Sirkuit Mandalika. Ia mengungkapkan telah empat kali naik podium di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.

Sebelumnya, ia meraih podium pertama dan kedua dalam ajang Yamaha Sunday Race. Pada Mandalika Racing Series Round 4, Kenzie juga berhasil memenangkan Race 1. Kini, ia kembali mengulang pencapaian tersebut pada Round 5.

Namun, ambisi pembalap muda ini tidak berhenti di Mandalika. Kenzie mengincar kesempatan mengikuti kejuaraan ESBK di Spanyol pada tahun depan.

Untuk mewujudkan target tersebut, ia mengaku harus mempersiapkan kondisi fisik dan memperbanyak latihan.

“Persiapannya menjaga fisik dan latihan yang banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk Race 2, Kenzie memasang target kembali merebut kemenangan.

“Bismillah, juara satu lagi,” katanya.

Kenzie mengidolakan Marc Marquez sebagai pembalap dunia. Di level pembalap Indonesia, ia juga mengikuti kiprah Veda Ega Pratama.

Kemenangan pembalap berusia 13 tahun ini menjadi salah satu cerita menarik dari persaingan Indonesia Junior Talent Cup di Mandalika Racing Series 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *