Mataram – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Mataram bergerak cepat mengungkap kasus pengeroyokan yang melibatkan sekelompok remaja di Jalan Ancar, Lingkungan Kekalik Baru, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kurang dari 24 jam setelah kejadian, polisi mengamankan lima remaja yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
Dalam penangkapan itu, petugas turut menyita sejumlah senjata tajam (sajam) yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Barang bukti berupa satu buah celurit dan satu pisau ditemukan setelah petugas melakukan penelusuran di sekitar lokasi serta tempat penyimpanan yang diduga digunakan para pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Mataram, IPDA Ardiarta, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari keterangan sejumlah saksi dan pengumpulan alat bukti di lapangan.
“Untuk sementara kita amankan ada lima orang. Nanti kita perdalam lagi siapa saja yang terlibat sebagai tersangka,” kata Ardiarta.
Berawal dari Kesalahpahaman
Ardiarta menjelaskan, peristiwa pengeroyokan bermula ketika tiga orang korban mendatangi lokasi kejadian untuk menemui seorang teman perempuan.
Berdasarkan keterangan saksi sementara, kedatangan korban berkaitan dengan persoalan seorang perempuan yang merasa terganggu oleh seseorang. Korban kemudian mendapat informasi atau ajakan untuk datang ke lokasi guna mencari orang yang diduga mengganggu temannya tersebut.
Namun, orang yang dicari tidak ditemukan. Situasi justru memanas setelah terjadi kesalahpahaman dengan sejumlah remaja yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Keributan itu kemudian berujung pada aksi kekerasan hingga menyebabkan korban mengalami luka akibat senjata tajam.
“Awalnya korban bertiga datang ke TKP untuk bertemu dengan temannya. Kemudian tiba-tiba terjadi keributan karena ada kesalahpahaman antara anak-anak remaja yang berada di lokasi,” jelasnya.
Polisi menduga para remaja yang terlibat merupakan warga yang tinggal di sekitar lingkungan tempat kejadian.
Polisi Tegaskan Bukan Persoalan Geng Motor
Ardiarta menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kasus pengeroyokan tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas geng motor.
Menurutnya, insiden itu diduga dipicu kesalahpahaman antarremaja yang berada di sekitar lokasi, bukan konflik antarkelompok geng motor sebagaimana kemungkinan berkembang di tengah masyarakat.
“Ini bukan karena persoalan geng motor. Tidak ada hubungannya dengan masalah geng motor. Kebetulan para pelaku merupakan remaja yang tinggal di sekitar lokasi kejadian,” tegasnya.
Celurit dan Pisau Jadi Barang Bukti
Dalam penanganan perkara ini, polisi mengamankan lima remaja untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut di Polsek Mataram.
Selain itu, petugas menyita satu buah celurit, satu pisau, serta pakaian yang diduga digunakan saat kejadian.
Polisi masih mendalami peran masing-masing remaja, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Penyidik juga akan mencocokkan keterangan para saksi dengan barang bukti yang telah diamankan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan keterlibatan setiap orang dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, proses pemeriksaan masih berlangsung. Polisi belum menetapkan seluruh remaja yang diamankan sebagai tersangka karena penyidik masih melakukan pendalaman.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kesalahpahaman antarremaja dapat berujung pada tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain.












