Mataram – Pengendara sepeda motor diminta segera mengurangi kecepatan saat hujan mulai turun. Sebab, tetes hujan pertama justru dapat membuat permukaan jalan lebih licin akibat bercampurnya air dengan debu, pasir, kotoran kendaraan, hingga residu oli yang menempel di aspal.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan. Akibatnya, pengendara lebih rentan tergelincir ketika mengerem, berakselerasi, maupun menikung, meskipun hujan belum turun deras.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengingatkan pengendara agar tidak menunggu hujan semakin lebat untuk menyesuaikan kecepatan.
“Ketika hujan baru turun, jangan langsung berpikir bahwa jalan masih aman karena air belum terlalu banyak. Justru pada fase awal ini, air mulai bercampur dengan debu dan residu di permukaan aspal sehingga daya cengkeram ban bisa berkurang,” jelas Satria.
Menurutnya, mempertahankan kecepatan normal saat kondisi jalan mulai basah dapat meningkatkan risiko kehilangan kendali. Karena itu, pengendara perlu mengurangi kecepatan sejak tetes hujan pertama.
Risiko jalan licin juga meningkat di sejumlah titik, seperti persimpangan, tikungan, marka jalan, penutup saluran air berbahan logam, serta sambungan aspal. Area tersebut membutuhkan perhatian ekstra karena permukaannya dapat mengurangi traksi ban.
Lima Langkah Mengurangi Risiko Kecelakaan
Astra Motor NTB membagikan sejumlah langkah keselamatan berkendara atau #Cari_Aman yang perlu diterapkan pengendara saat menghadapi hujan.
Pertama, kurangi kecepatan secara bertahap sejak hujan mulai turun. Langkah ini memberikan waktu lebih panjang untuk membaca kondisi jalan dan mengantisipasi bahaya.
Kedua, hindari pengereman mendadak. Gunakan rem depan dan belakang secara halus serta jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Ketiga, jangan melakukan manuver secara tiba-tiba, terutama ketika berpindah jalur, menikung, atau menghindari lubang. Pertahankan keseimbangan sepeda motor dan ubah arah secara perlahan.
Keempat, perhatikan kondisi ban. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi dan alur ban masih cukup untuk membantu mengalirkan air dari permukaan kontak ban dengan jalan.
Kelima, gunakan perlengkapan berkendara lengkap, mulai dari helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang hingga sepatu tertutup.
Selain itu, pengendara sebaiknya menghentikan perjalanan sementara apabila hujan semakin deras dan jarak pandang memburuk. Pilih tempat berteduh yang aman, seperti area parkir atau lokasi khusus berteduh. Hindari berhenti di tengah jalan maupun bahu jalan yang sempit.
Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menegaskan bahwa pengendara perlu mengutamakan keselamatan dibandingkan mengejar waktu perjalanan.
“Keselamatan berkendara dimulai dari kemampuan kita mengenali risiko dan mengambil keputusan yang tepat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi jalan tidak mendukung,” ungkap Yehezkiel.
Dia mengingatkan, menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak, dan berhenti sejenak ketika kondisi tidak aman merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Kondisi jalan dapat berubah sejak hujan pertama menyentuh aspal. Karena itu, pengendara tidak perlu menunggu ban tergelincir untuk mulai berhati-hati.
Prinsipnya sederhana: kurangi kecepatan, kendalikan kendaraan, dan selalu terapkan #Cari_Aman agar perjalanan tetap selamat sampai tujuan.












