BisnisWisata

NTB Raih Dua Penghargaan di ISEF 2025, Kokohkan Posisi Sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia

×

NTB Raih Dua Penghargaan di ISEF 2025, Kokohkan Posisi Sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia

Sebarkan artikel ini
NTB Raih Dua Penghargaan di ISEF 2025, Kokohkan Posisi Sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia

Jakarta, Jurnalekbis.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengharumkan nama daerah di panggung nasional. Dalam ajang bergengsi Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 tahun 2025 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, NTB berhasil meraih dua penghargaan nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.

Daerah yang dikenal dengan keindahan alam dan kuatnya kultur religius itu dinobatkan sebagai peringkat ketiga Destinasi Pariwisata Ramah Muslim Terbaik Nasional, sekaligus menerima Special Recognition Award of Muslim-Friendly Destination. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi NTB dalam mengusung konsep “Setting a Global Benchmark in Muslim-Friendly Tourism & Sports.”

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata kepada Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si, pada pembukaan resmi ISEF 2025, Selasa (8/10). Dalam sambutannya, Iqbal menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pelaku pariwisata NTB atas kerja keras mengembangkan wisata halal berkelas dunia.

Baca Juga :  Tingkatkan Standar Keamanan Bandara, Apex In Security Review Digelar Di Bandara Lombok

“Kami juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Bapak Hario K. Pamungkas beserta jajaran, atas dukungannya dalam pengembangan pariwisata halal di NTB, termasuk melalui pesantren, desa wisata, sertifikasi halal, kota wakaf, dan pengembangan zona KHAS,” ujar Iqbal.

Capaian ini memperkuat posisi NTB sebagai pelopor wisata halal di Indonesia, bahkan di level internasional. NTB dinilai sukses menjaga konsistensi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi menjadikan daerah tersebut sebagai pusat wisata halal dunia.

ISEF 2025 sendiri diresmikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Tahun ini, ISEF mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif.”

Dalam pidatonya, Perry Warjiyo menegaskan semangat ISEF harus diwujudkan dalam tiga nilai utama: spirit jama’ah (persatuan), kemanfaatan bagi umat, dan kontribusi nyata bagi Indonesia yang Rahmatan Lil ‘Alamin.

Baca Juga :  Korem 162/Wira Bhakti Dukung Bea Cukai Mataram Gempur Rokok Ilegal Rp11,29 Miliar

Ajang ini juga menandai peluncuran empat inisiatif strategis nasional, yaitu Masterplan Ekonomi Syariah Nasional, penguatan sinergi pusat dan daerah, peningkatan pembiayaan syariah, serta peluncuran Database ZISWAF Terintegrasi. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Menurut laporan State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025, Indonesia berhasil mempertahankan posisi peringkat ketiga dunia, di bawah Arab Saudi dan Malaysia. Sementara itu, Bank Indonesia meraih predikat Best Central Bank of the Year atas kontribusinya dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah global.

Partisipasi NTB dalam ISEF 2025 juga terbilang menonjol. Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB menghadirkan sejumlah delegasi pesantren dan UMKM binaan, seperti Pondok Pesantren Nurul Hakim (Gerbang Santri), Muhammad Jalalaen—finalis Indonesia International Halal Chef Competition—serta beberapa UMKM lokal, antara lain CahyaHouse, Totimori, Ana Pearls, dan Ayam Taliwang Beca Bero.

Baca Juga :  Internet Rumah Langsung Nyambung! Indosat Hadirkan HiFi Air Tanpa Instalasi

Kehadiran mereka mempertegas kontribusi NTB dalam membangun ekosistem ekonomi syariah berbasis pesantren dan UMKM. Bank Indonesia pun menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemandirian ekonomi umat dan ketahanan pangan nasional.

Dengan torehan prestasi di ISEF 2025, NTB menunjukkan diri sebagai contoh nyata keberhasilan daerah dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai fondasi pertumbuhan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *