Mataram, Jurnalekbis.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya memperkuat kolaborasi riset dengan perguruan tinggi untuk mempercepat lahirnya inovasi berbasis kebutuhan daerah. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan konsultasi bersama Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang digelar di Aula BRIDA NTB, Mataram, Jumat (10/10/2025).
Pertemuan tersebut bertujuan mempercepat pelaksanaan program riset kerja sama antara BRIDA dan sejumlah lembaga mitra, terutama universitas yang telah menandatangani perjanjian riset bersama. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., dan dihadiri oleh peneliti dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Mataram, UIN Mataram, Universitas Gunung Rinjani, serta Universitas Muhammadiyah Mataram.
Turut hadir Sekretaris BRIDA NTB, para koordinator kelompok kerja (pokja), serta pejabat dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa lingkup Pemprov NTB. Mereka membahas berbagai hal teknis terkait tata kelola pengadaan dalam kegiatan riset, agar pelaksanaannya tidak hanya cepat, tetapi juga sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Dalam arahannya, I Gede Putu Aryadi menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan program yang sudah dianggarkan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Namun, ia menekankan agar percepatan itu tetap mengedepankan prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kita ingin program riset ini segera dieksekusi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, percepatan tetap harus berjalan sesuai aturan pengadaan barang dan jasa yang berlaku,” tegas Aryadi.
Diskusi berjalan dinamis. Para peserta dan pihak PBJ membahas detail teknis, mulai dari mekanisme pelaksanaan jasa konsultasi riset hingga penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk kegiatan penelitian. Beberapa topik riset yang tengah disiapkan di antaranya riset sosial tentang fenomena joki cilik, penelitian mengenai standarisasi produk lokal NTB, serta kajian kebutuhan konsumsi dalam kegiatan rapat dan pemerintahan.
Biro PBJ NTB memberikan sejumlah masukan agar proses administrasi riset berjalan sesuai prosedur, terutama dalam pengadaan jasa konsultasi yang melibatkan pihak luar seperti dosen dan lembaga penelitian mitra. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat eksekusi tanpa menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.
Melalui pertemuan itu, BRIDA NTB juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan kampus. Kolaborasi riset dianggap sebagai kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari pengembangan sektor ekonomi kreatif, sosial-budaya, hingga tata kelola pemerintahan yang lebih efisien.
Pertemuan diakhiri dengan penyampaian komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama lintas lembaga. Seluruh peserta menyepakati pentingnya riset yang relevan dengan tantangan pembangunan daerah, sekaligus mendorong peningkatan daya saing NTB melalui riset-riset unggulan yang aplikatif.
Dengan langkah koordinatif ini, BRIDA NTB berharap seluruh program riset yang telah dianggarkan bisa segera dijalankan secara efektif, transparan, dan tepat waktu. Lebih jauh, hasil riset tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis data dan inovasi.














