Denpasar, Jurnalekbis.com— PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) meresmikan Grha Adira, kantor area baru yang berlokasi di Jl. Mahendradatta, Denpasar Barat, Bali. Gedung ini menjadi pusat koordinasi strategis untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara (BNT), sekaligus mempertegas ekspansi bisnis Adira Finance di kawasan yang mencatat pertumbuhan pembiayaan stabil selama beberapa tahun terakhir.
Peresmian gedung tersebut dihadiri jajaran direksi Adira Finance: Direktur Utama Dewa Made Susila, Direktur SDM & Marketing Swandajani Gunadi, Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Niko Kurniawan, dan Direktur Keuangan Sylvanus Gani, bersama pimpinan cabang, mitra bisnis, dan komunitas.
Dewa Made Susila menegaskan bahwa peresmian Grha Adira menandai babak baru penguatan fondasi operasional perusahaan di wilayah BNT yang disebutnya memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
“Di usia ke-35, Adira Finance ingin memastikan fondasi operasional semakin solid dan dekat dengan masyarakat. Grha Adira memperkuat ekosistem layanan dan memperluas jangkauan pembiayaan di wilayah Bali–Nusa Tenggara,” ujar Susila. Selasa (2/12).
Gedung baru ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor cabang, tetapi juga pusat kendali strategi penjualan dan pelayanan di seluruh wilayah BNT. Dengan kehadiran fasilitas seperti Kantor Sentra, Adira Expo, hingga Corporate University, koordinasi antar-cabang diharapkan lebih cepat dan standar operasional bisa berjalan seragam.
Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi, Niko Kurniawan, menyebut Grha Adira sebagai pusat regional yang akan mengonsolidasikan pelatihan internal, kolaborasi tim, hingga aktivitas bersama pelanggan.
“Fasilitas ini akan terus kami kembangkan di regional lainnya agar kualitas layanan dan pengalaman pelanggan meningkat secara konsisten,” jelas Niko.

Peresmian Grha Adira juga terjadi di tengah momentum besar perusahaan—penggabungan Mandala Finance ke Adira Finance yang efektif pada 1 Oktober 2025, serta penyelesaian pengalihan portofolio Arthaasia Finance (AAF) pada 7 November 2025. Integrasi tersebut memperluas jaringan layanan dan menambah volume portofolio yang harus dikelola, sehingga memerlukan struktur operasional yang jauh lebih kuat.
Direktur Keuangan, Sylvanus Gani, menilai pusat koordinasi wilayah seperti Grha Adira adalah kunci keberhasilan integrasi tersebut.
“Dengan bertambahnya jaringan dan portofolio, Adira Finance membutuhkan struktur operasional yang mampu mengimbangi pertumbuhan. Grha Adira memastikan proses lebih terstandar dan koordinasi wilayah semakin solid,” tegasnya.
Saat ini, Adira Finance memiliki 851 jaringan usaha, di mana 36 di antaranya (4%) berada di wilayah BNT. Wilayah ini tercatat menunjukkan kinerja positif. Hingga September 2025, pembiayaan baru di BNT mencapai Rp1,7 triliun, atau tumbuh 5% year-on-year, dengan kontribusi sebesar 6% terhadap total pembiayaan baru perusahaan. Segmen otomotif mendominasi dengan kontribusi 81%, sementara non-otomotif sebesar 19%.
Direktur SDM & Marketing, Swandajani Gunadi, menekankan pentingnya kualitas pelayanan di era kompetisi industri pembiayaan yang semakin ketat.
“Customer centricity berarti pelayanan yang relevan, mudah diakses, dan konsisten. Dengan Grha Adira, kami memperkuat eksekusi layanan dan kapabilitas karyawan melalui program pengembangan yang lebih terstruktur,” jelasnya.
Sementara itu, Regional Executive Officer Wilayah BNT, Anak Agung Gede Sasmatra Putra, menilai Grha Adira akan memperkuat daya saing perusahaan di wilayahnya.
“Struktur regional yang kuat memungkinkan kami bergerak lebih cepat dan menjaga standar layanan optimal. Ini penting agar BNT tetap menjadi motor pertumbuhan Adira Finance,” ujarnya.
Dengan kehadiran Grha Adira, Adira Finance menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur layanan sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan di Bali–Nusa Tenggara, wilayah yang dipandang strategis bagi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.














