Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Warga Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, dikejutkan dengan temuan tiga ekor sapi yang terikat di sebuah kebun pada Jumat (2/1/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita di kawasan Jalan Bukit Korea, Dusun Dopang Selatan, dan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Laporan warga tersebut segera direspons oleh jajaran Polsek Gunungsari. Sekitar pukul 08.00 Wita, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Tim lapangan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Dopang, Unit Reskrim, personel piket fungsi, serta dipimpin langsung oleh Piket Pawas Kanit Samapta Polsek Gunungsari, Aiptu Soyid Muharram.
Setibanya di lokasi, petugas memastikan kondisi ketiga sapi dalam keadaan aman. Polisi kemudian melakukan pendataan serta koordinasi untuk mengetahui identitas pemilik hewan ternak tersebut. Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi tindak pidana, sekaligus memastikan hewan tidak berpindah tangan secara ilegal.
“Hasil koordinasi di lapangan, dua ekor sapi diketahui milik H. Saidin, warga Dusun Jeringo Lauk, Desa Jeringo. Sementara satu ekor lainnya milik Sahardi, warga Jeringo Limbingan,” ungkap sumber kepolisian di lokasi kejadian.
Setelah proses verifikasi selesai, ketiga sapi tersebut diserahkan kembali kepada masing-masing pemiliknya. Proses penyerahan berlangsung tertib dan disaksikan aparat kepolisian serta warga sekitar. Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan atau kerusakan pada hewan ternak tersebut.

Kapolsek Gunungsari, Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, mengapresiasi kesigapan warga yang segera melapor ketika menemukan kejadian mencurigakan. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya terkait potensi tindak kriminal seperti pencurian ternak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang cepat melapor. Ini sangat membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan memastikan ternak dapat kembali ke pemiliknya,” ujar Iptu Adnyana saat dikonfirmasi terpisah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang memiliki hewan ternak. Pengawasan rutin, penggunaan pengaman tambahan, serta koordinasi antarwarga dinilai penting untuk meminimalkan potensi kejahatan.
“Perhatikan lingkungan sekitar, awasi ternak secara berkala, dan segera laporkan jika melihat aktivitas yang mencurigakan. Upaya pencegahan akan jauh lebih efektif jika dilakukan bersama-sama,” katanya.
Polsek Gunungsari, lanjut Iptu Adnyana, berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Kepolisian juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu berkoordinasi dengan aparat jika menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Dengan sinergi antara warga dan aparat, diharapkan wilayah Gunungsari tetap aman dan kondusif, serta kejadian serupa dapat dicegah sejak dini.













