Jurnalekbis.com – Minat masyarakat untuk memulai usaha sendiri terus meningkat, terutama di kalangan pemula. Tekanan ekonomi, peluang digital, serta keinginan memiliki penghasilan tambahan mendorong banyak orang mencari ide usaha yang relatif mudah dijalankan dengan modal terbatas. Sejumlah jenis usaha dinilai paling realistis untuk pemula karena risikonya terukur dan pasarnya jelas.
Berdasarkan pantauan tren kewirausahaan, usaha berbasis kebutuhan sehari-hari masih menjadi pilihan utama. Kuliner rumahan, jasa, hingga bisnis online mendominasi minat calon pelaku usaha baru. Model usaha ini dianggap fleksibel karena bisa dijalankan dari rumah, tidak memerlukan tempat khusus, serta dapat berkembang seiring meningkatnya permintaan.
Salah satu usaha yang banyak dipilih pemula adalah bisnis makanan dan minuman. Produk seperti camilan, makanan beku (frozen food), minuman kekinian, hingga katering rumahan dinilai memiliki pasar luas. Selain itu, usaha kuliner relatif mudah dipelajari dan dapat disesuaikan dengan kemampuan modal. Pelaku usaha juga bisa memanfaatkan media sosial dan layanan pesan antar untuk menjangkau konsumen tanpa biaya promosi besar.
Di sektor jasa, peluang usaha bagi pemula juga terbuka lebar. Jasa laundry skala kecil, cuci motor, jasa kebersihan, hingga jasa pengetikan dan desain grafis menjadi alternatif yang banyak dilirik. Usaha jasa umumnya mengandalkan keterampilan dan kepercayaan pelanggan, sehingga tidak selalu membutuhkan investasi besar di awal.

Sementara itu, perkembangan teknologi digital turut membuka peluang usaha baru. Bisnis online shop, reseller, dan dropship menjadi pilihan populer karena tidak mengharuskan pelaku usaha menyimpan stok barang. Dengan memanfaatkan marketplace dan media sosial, pemula dapat langsung menjual produk kepada konsumen dengan sistem yang relatif sederhana. Model ini dinilai cocok bagi mereka yang baru belajar memahami dunia usaha.
Selain itu, usaha berbasis konten digital mulai berkembang sebagai alternatif sumber penghasilan. Menjadi kreator konten, penulis lepas, pengelola media sosial, hingga affiliate marketing kini dilirik, terutama oleh generasi muda. Meski tidak menghasilkan secara instan, usaha ini dinilai memiliki potensi jangka panjang jika dikelola secara konsisten dan profesional.
Pengamat ekonomi menilai, kunci utama bagi pemula bukan hanya memilih jenis usaha, tetapi juga memahami kebutuhan pasar dan kemampuan diri sendiri. Banyak usaha gagal bukan karena idenya tidak bagus, melainkan karena perencanaan yang kurang matang dan pengelolaan keuangan yang lemah. Oleh karena itu, pemula disarankan memulai dari skala kecil sambil terus belajar dan beradaptasi.
Pemerintah sendiri terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan, khususnya bagi usaha mikro dan kecil. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan beragam pilihan ide usaha yang tersedia, pemula memiliki peluang besar untuk memulai langkah di dunia bisnis. Tantangan tetap ada, namun dengan perencanaan yang tepat, disiplin, dan pemanfaatan teknologi, usaha skala kecil berpeluang tumbuh menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.













