Bima, Jurnaekbis.com – Upaya pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Sangiang Api, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali dilakukan oleh tim gabungan dari Sat Brimobda Polda NTB dan Polres Bima Kota. Namun, hingga operasi berakhir, korban bernama Kifen Jamrud belum berhasil ditemukan.
Pencarian lanjutan ini dilakukan sejak 30 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, sebagai kelanjutan dari operasi sebelumnya yang telah berlangsung sejak pertengahan Desember. Meski telah menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban di kawasan gunung tersebut.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid menjelaskan bahwa operasi pencarian dipimpin oleh Ipda S. David Misa bersama personel gabungan. Dalam proses pencarian, tim turut didampingi oleh Jamrud, ayah korban, serta Kafun, kakak kandung korban, yang ikut membantu memberikan informasi terkait kebiasaan dan rute yang kemungkinan dilalui korban.
“Selama empat hari pencarian di kawasan Gunung Sangiang Api, tim telah menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik terakhir korban terlihat. Namun hingga saat ini, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Muhammad Kholid, Selasa (6/1/2026).
Peristiwa hilangnya Kifen Jamrud pertama kali dilaporkan oleh warga pada Senin, 15 Desember 2025, sekitar pukul 10.00 Wita. Korban dilaporkan tidak kembali setelah berburu kambing liar di sekitar puncak Gunung Sangiang Api, salah satu gunung berapi aktif di wilayah Bima yang dikenal memiliki medan terjal dan ekstrem.

Berdasarkan data kepolisian, korban bernama Kifen Jamrud, laki-laki, lahir pada 13 Maret 2007, berprofesi sebagai petani. Ia merupakan warga Dusun Doroma, Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Sejak dinyatakan hilang, berbagai pihak telah dilibatkan dalam proses pencarian.
Sebelumnya, operasi pencarian telah dilakukan oleh Tim SAR, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bima, serta relawan masyarakat setempat. Namun, pencarian sempat dihentikan karena keterbatasan peralatan dan kondisi alam yang menyulitkan.
Dalam pencarian lanjutan oleh tim gabungan kepolisian, sejumlah kendala kembali dihadapi di lapangan. Medan pegunungan yang curam, vegetasi lebat, serta cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan utama yang memperlambat proses pencarian.
“Kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak bersahabat sangat menyulitkan tim di lapangan,” kata Kholid.
Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan minimnya petunjuk baru, kepolisian memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian. Meski demikian, aparat memastikan pencarian dapat kembali dilanjutkan apabila ditemukan petunjuk atau alat bukti baru yang mengarah pada keberadaan korban.
“Saat ini pencarian dihentikan sementara sambil menunggu adanya informasi atau petunjuk baru yang dapat membantu proses pencarian selanjutnya,” tutup Muhammad Kholid.
Hingga kini, keluarga korban masih berharap agar Kifen Jamrud dapat segera ditemukan, sementara aparat dan relawan tetap bersiaga untuk melanjutkan pencarian jika situasi memungkinkan.














