NewsNusantara

Banjir Terjang Palibelo Bima, 33 Rumah Terendam dan 120 Warga Terdampak

×

Banjir Terjang Palibelo Bima, 33 Rumah Terendam dan 120 Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir Terjang Palibelo Bima, 33 Rumah Terendam dan 120 Warga Terdampak

Bima, Jurnalekbis.com– Banjir melanda wilayah Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (6/1/2026) sore. Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah warga terendam air setinggi hingga 70 centimeter dan sedikitnya 120 jiwa terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ir. H. Ahmadi, mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya sejak siang hari.

“Banjir terjadi sekitar pukul 15.40 WITA, dipicu hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang sejak pukul 13.30 WITA,” kata Ahmadi. Rabu (7/1/2026).

Banjir tercatat merendam dua desa di Kecamatan Palibelo, yakni Desa Bre dan Desa Ragi. Di Desa Bre, sebanyak dua unit rumah warga terendam air dengan ketinggian antara 10 hingga 50 sentimeter. Peristiwa tersebut berdampak pada dua kepala keluarga atau lima jiwa.

Baca Juga :  LIDI Foundation: Jangan Abaikan Penyandang Disabilitas Saat Bencana!

Sementara itu, dampak lebih besar terjadi di Desa Ragi. BPBD mencatat sebanyak 31 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 70 centimeter. Sebanyak 31 kepala keluarga atau 115 jiwa terdampak langsung akibat banjir tersebut.

Tak hanya merendam permukiman warga, banjir juga mengganggu akses transportasi. Jalan lintas Palibelo–Desa Ragi tergenang air bercampur lumpur sepanjang sekitar 75 meter. Selain itu, tanggul pertanian dilaporkan jebol sepanjang tujuh meter, yang berpotensi berdampak pada lahan pertanian warga. Hingga saat ini, pendataan terhadap kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur umum masih terus dilakukan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima serta unsur terkait. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamatan, pendataan, kaji cepat, serta penanganan darurat di wilayah terdampak.

Baca Juga :  SJP, Kebutuhan yang Layak Kepada Pangan, Sandang dan Papan Prioritas Kami

“Kami berkoordinasi dengan camat, aparat TNI-Polri, serta pemerintah desa setempat untuk memastikan kondisi warga dan melakukan langkah-langkah penanganan darurat,” ujar Ahmadi.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk penanganan lanjutan sesuai kewenangan masing-masing, termasuk penanganan kerusakan tanggul dan akses jalan.

Saat ini, kondisi banjir dilaporkan telah surut. Warga terdampak mulai melakukan pembersihan rumah dan lingkungan secara mandiri pasca banjir. Meski demikian, BPBD mencatat masih dibutuhkan bantuan tanggap darurat, terutama logistik dan peralatan pendukung.

Ahmadi mengimbau masyarakat NTB untuk tetap waspada mengingat sebagian besar wilayah telah memasuki musim hujan. Berdasarkan prakiraan cuaca, potensi hujan masih cukup signifikan dalam 10 hari ke depan.

Baca Juga :  Soal Kebijakan Pihak Ketiga Pengurusan Visa, Ketua APPMI NTB Boleh Saja asalkan tidak ada penambahan biaya

“Masyarakat diimbau memperhatikan kebersihan lingkungan dan aliran air, serta mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” katanya.

BPBD juga meminta masyarakat segera melapor kepada aparat desa, kecamatan, atau BPBD setempat apabila terjadi kondisi darurat bencana di wilayah masing-masing.​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *