BisnisIndustri

BRIDA NTB Dorong Hilirisasi Nira Aren, Kelor, dan Rumput Laut untuk UMKM hingga Program MBG

×

BRIDA NTB Dorong Hilirisasi Nira Aren, Kelor, dan Rumput Laut untuk UMKM hingga Program MBG

Sebarkan artikel ini
BRIDA NTB Dorong Hilirisasi Nira Aren, Kelor, dan Rumput Laut untuk UMKM hingga Program MBG

Mataram, Jurnalekbis.com — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong agar hasil riset tidak berhenti di atas kertas. Terbaru, BRIDA NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas dua hasil riset strategis, yakni hilirisasi nira aren menjadi nira segar dan sirup aren terkemas, serta optimalisasi produk olahan berbasis kelor dan rumput laut guna mencegah stunting dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

FGD yang berlangsung pada Rabu (28/1/2026) ini dihadiri Kepala dan perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) BRIDA NTB, serta tim peneliti yang bermitra langsung dengan BRIDA. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan implementasi riset di daerah.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa riset harus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, khususnya melalui UMKM dan sektor industri.

Baca Juga :  PLN Hadirkan EV Experience di Mandalika, Dorong Transisi Energi Bersih

“Produk hasil riset nira aren, kelor, dan rumput laut ini harus bisa dimassalkan. Bukan hanya untuk konsumsi lokal, tapi juga mendukung industri pariwisata dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah,” ujar Aryadi.

Ia menambahkan, NTB memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun belum sepenuhnya diolah secara optimal menjadi produk bernilai tambah tinggi. Karena itu, riset harus diarahkan pada kebutuhan pasar dan peluang industri.

Dalam sesi pemaparan, perwakilan tim peneliti riset hilirisasi nira aren, Kurniawan Yuniarto, menjelaskan bahwa riset yang dilakukan tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada model bisnis. Tim peneliti mengembangkan Business Model Canvas (BMC) untuk menganalisis potensi pasar, segmentasi konsumen, hingga keberlanjutan usaha.

“Hasil riset kami menghasilkan produk olahan nira aren berupa minuman segar dan sirup aren terkemas. Produk ini kami kelompokkan berdasarkan grade dan kualitas, sehingga dapat menyasar segmen pasar yang berbeda,” jelas Kurniawan.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi Dibatasi, NTB Optimis Target Produksi Pertanian Tercapai

Menurutnya, hilirisasi nira aren berpotensi menjadi produk unggulan berbasis lokal yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional jika didukung oleh UMKM dan sistem distribusi yang baik.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan tim peneliti riset pemanfaatan kelor dan rumput laut, Siska Cicilia Ventola. Ia mengungkapkan bahwa NTB memiliki potensi kelor dan rumput laut yang besar, namun selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar produk olahan kelor dan rumput laut ini bisa diimplementasikan, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis dan upaya pencegahan stunting,” kata Siska.

Riset tersebut menghasilkan sejumlah contoh produk olahan, seperti bakso, jelly, yogurt, hingga tepung berbasis kelor dan rumput laut yang kaya protein dan nutrisi. Produk-produk ini dinilai relevan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Baca Juga :  NTB Raih Hattrick Penghargaan Pengendalian Inflasi Nasional: Bukti Sinergi dan Inovasi yang Efektif

Menutup kegiatan, Aryadi mengingatkan seluruh Pokja BRIDA agar tidak melepas begitu saja hasil riset yang telah dihasilkan. Ia meminta agar riset dikawal hingga tahap inkubasi bisnis.

“Keberlanjutan adalah kunci. Produk riset ini harus sampai pada tahap inkubasi bisnis agar bisa direplikasi dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Melalui FGD ini, BRIDA NTB berharap riset daerah mampu menjadi penggerak ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus berkontribusi nyata pada peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *