BisnisPertanian

Panen Raya Perdana di NTB, BULOG Mulai Serapan 4 Juta Ton Gabah Nasional

×

Panen Raya Perdana di NTB, BULOG Mulai Serapan 4 Juta Ton Gabah Nasional

Sebarkan artikel ini
Panen Raya Perdana di NTB, BULOG Mulai Serapan 4 Juta Ton Gabah Nasional

Lombok Utara, Jurnalekbis.com – Perum BULOG menegaskan komitmennya menjalankan penugasan strategis negara di sektor pangan dengan menggelar Panen Raya Perdana sekaligus Launching Serapan Gabah Petani di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), awal 2026. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya program nasional penyerapan 4 juta ton setara beras sebagai bagian dari target swasembada pangan 2026.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan NTB dipilih sebagai salah satu lokasi peluncuran karena perannya yang vital sebagai sentra produksi pangan nasional di luar Pulau Jawa.

“NTB ini adalah salah satu sentra produksi pangan nasional. Selain padi, produksi berasnya berlimpah, jagungnya juga luar biasa. Itu yang menjadi alasan kami menjadikan NTB sebagai lokasi launching penyerapan gabah 4 juta ton secara nasional,” ujar Rizal. Jumat (30/1).

Baca Juga :  OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024-2028

Menurutnya, kualitas padi di NTB sangat baik dan didukung kondisi alam serta cuaca yang kondusif. Hal itu menjadi modal penting untuk menghasilkan beras berkualitas melalui proses pascapanen yang tepat.

“Kita saksikan sendiri padinya bagus, alamnya mendukung, cuacanya cerah. Harapannya gabah yang dipanen bisa menjadi gabah kering panen dan diolah menjadi beras berkualitas,” jelasnya.

Rizal menegaskan, jajaran BULOG di seluruh Indonesia telah diinstruksikan wajib menyerap gabah petani dari Sabang sampai Merauke. Namun, ia mengingatkan bahwa gabah yang diserap harus benar-benar dalam kondisi siap panen.

“Gabah yang dipanen harus matang. Jangan dipanen saat masih hijau, karena kualitas berasnya nanti tidak bagus, mudah pecah dan cepat rusak. Kalau matang, hasil berasnya akan jauh lebih berkualitas,” tegasnya.

Baca Juga :  75% Pelanggaran di NTB Didominasi Kosmetik Ilegal, BBPOM Mataram Ingatkan Bahaya

Selain beras, BULOG juga mendapat penugasan menyerap jagung petani dengan target 1 juta ton pada 2026, sama seperti tahun sebelumnya. Pemerintah, kata Rizal, telah menyiapkan dukungan anggaran untuk memastikan penyerapan berjalan optimal.

“Untuk 2026, target beras nasional 4 juta ton dan jagung 1 juta ton. Dananya sudah disiapkan pemerintah,” ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran soal keterbatasan gudang, terutama saat panen raya jagung di NTB, Rizal memastikan persoalan tersebut telah diantisipasi. BULOG, kata dia, mendapat program pembangunan 100 gudang baru secara nasional, dengan NTB menjadi salah satu wilayah prioritas.

“Di NTB ada tambahan sekitar tujuh titik gudang, baik untuk beras maupun jagung. Ditambah lagi ada pembangunan gudang jagung oleh Polri. Jadi petani tidak perlu ragu, semua hasil panen akan diserap,” katanya.

Baca Juga :  Antrean Sapi Menumpuk, Gubernur NTB Telepon Gubernur Bali

Rizal juga memastikan kondisi stok beras nasional aman. Hingga saat ini, stok beras BULOG mencapai 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia sejak merdeka.

“Stok ini cukup untuk menjaga stabilitas harga, termasuk menjelang Ramadan dan Idul Fitri. BULOG siap operasi pasar dan bersinergi dengan Satgas Pangan TNI-Polri agar harga tetap stabil,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *