Jakarta, Jurnalekbis.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk terlibat lebih jauh dalam upaya perdamaian di Palestina, termasuk kemungkinan pengiriman pasukan dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan Prabowo usai menghadiri pertemuan internasional yang membahas situasi Gaza dan inisiatif pembentukan misi penjaga perdamaian.
“Kita siap, kita siap,” kata Prabowo menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan pengiriman pasukan Indonesia. Ia bahkan menyebut kelompok awal atau advance team berpotensi diberangkatkan dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Menurut Prabowo, perkembangan situasi di lapangan menunjukkan adanya kemajuan, terutama terkait penyaluran bantuan kemanusiaan. Ia menyebut aliran bantuan makanan dan kebutuhan dasar ke Gaza meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Alhamdulillah, ini berjalan dengan baik, lancar. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” ujarnya.
Presiden menilai distribusi bantuan kini lebih terarah dan jelas. Ketersediaan pangan serta kebutuhan dasar masyarakat sipil di Gaza, kata dia, menjadi perhatian utama dalam fase awal stabilisasi. Meski begitu, Prabowo mengingatkan bahwa proses menuju perdamaian permanen masih menghadapi berbagai hambatan.
“Saya juga ingatkan banyak kesulitan, masih banyak hambatan, rintangan. Tapi kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah negara mayoritas muslim disebut telah menyatakan komitmen bersama untuk mendorong terciptanya perdamaian jangka panjang. Indonesia, kata Prabowo, konsisten mendukung solusi dua negara atau two-state solution sebagai satu-satunya jalan realistis menuju perdamaian abadi.

“The only long lasting solution is a two state solution,” ujarnya menegaskan posisi diplomasi Indonesia.
Selain dukungan politik, Indonesia juga diminta berperan dalam struktur komando misi internasional. Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia ditawari posisi deputy commander dalam kerangka International Stabilization Force (ISF) yang tengah dirancang. Namun ia belum membeberkan detail strategi operasional.
“Mereka minta kita jadi deputy commander,” kata Prabowo singkat saat ditanya soal penunjukan tersebut. Terkait strategi, ia menyatakan akan dipilih figur terbaik untuk mengisi posisi yang dibutuhkan. “Ya dipilih, kita cari yang bagus,” ujarnya.
Langkah Indonesia ini dinilai sebagai bagian dari diplomasi aktif yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Sejak era awal kemerdekaan, Indonesia menjadi salah satu negara yang vokal di berbagai forum internasional dalam memperjuangkan hak rakyat Palestina.
Meski menyatakan kesiapan, Prabowo juga mengingatkan potensi gangguan dari berbagai pihak yang tidak menginginkan penyelesaian menyeluruh. “Kelompok-kelompok yang ingin selalu menggagalkan penyelesaian pasti ada dari semua pihak,” katanya.
Pemerintah, lanjut Prabowo, tetap berhati-hati dan mempertimbangkan berbagai aspek keamanan serta mandat internasional sebelum merealisasikan pengiriman pasukan. Ia menekankan bahwa keterlibatan Indonesia semata-mata bertujuan menjaga stabilitas dan membuka jalan menuju perdamaian yang adil.
Dengan sinyal kesiapan tersebut, Indonesia kembali menegaskan peran strategisnya dalam diplomasi global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Keputusan final terkait pengiriman pasukan diperkirakan akan dibahas lebih lanjut dalam koordinasi lintas kementerian dan dengan mitra internasional dalam beberapa pekan mendatang.













