Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Seekor sapi raksasa berwarna hitam legam milik peternak di Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, resmi dipilih Presiden Prabowo Subianto sebagai hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Sapi jenis Angus Cross Simental bernama “Black Panther” itu mencuri perhatian karena memiliki bobot mencapai 1,1 ton dan postur tubuh besar nan kokoh. Presiden membeli sapi tersebut dengan harga Rp142 juta untuk disalurkan sebagai bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Nama Black Panther diberikan lantaran warna tubuh sapi yang hitam pekat serta karakter fisiknya yang dianggap tangguh. Pemilik sapi, Ahmad Dimiati, mengaku tak menyangka ternaknya akan terpilih sebagai hewan kurban Presiden.
“Nama sapinya kita kasih Black Panther karena warnanya hitam dan tangguh,” ujar Ahmad Dimiati, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, sapi tersebut telah dipelihara secara intensif selama lebih dari satu setengah tahun dengan pola manajemen perawatan ketat. Fokus utama pemeliharaan berada pada keseimbangan nutrisi dan kesehatan hewan agar pertumbuhan bobot berlangsung maksimal.
Menurut Ahmad, pakan yang diberikan terdiri dari campuran protein, karbohidrat, dan nutrisi penunjang lainnya yang diatur secara seimbang. Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk memastikan kondisi ternak tetap prima.
“Kita manajemen perawatannya cukup ketat. Keseimbangan antara protein, karbohidrat, dan kandungan lain dalam pakan benar-benar diperhatikan,” katanya.
Sebelum dipilih sebagai hewan kurban Presiden, Black Panther terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, kelayakan konsumsi, hingga pengawasan kesehatan berkala.
Petugas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Idham Khalid, mengatakan sapi milik Ahmad Dimiati termasuk salah satu dari tiga sapi asal Lombok Tengah yang lolos seleksi bantuan Presiden untuk Idul Adha tahun ini.
“Alhamdulillah ada tiga peternak dari Lombok Tengah yang lolos untuk bantuan Presiden,” kata Idham.
Ia menjelaskan, satu ekor sapi akan dikirim ke Pulau Sumbawa, sementara dua lainnya disalurkan untuk wilayah Lombok Tengah dan Lombok Barat. Pemilihan ternak dilakukan melalui serangkaian seleksi ketat, terutama terkait kesehatan dan bobot hewan.
Keberhasilan Black Panther terpilih sebagai sapi kurban Presiden sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal NTB. Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban nasional, capaian ini menunjukkan kualitas peternakan rakyat di Lombok mampu bersaing dan memenuhi standar nasional.
Selain bernilai ekonomi tinggi, keberadaan sapi berbobot jumbo itu juga menjadi perhatian warga sekitar. Banyak masyarakat datang langsung ke kandang untuk melihat ukuran tubuh Black Panther yang jauh lebih besar dibanding sapi pada umumnya.
Rencananya, sapi tersebut akan diberangkatkan ke Pulau Sumbawa dalam waktu dekat untuk dipotong saat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.














