BisnisBusiness

Bahlil: Selat Hormuz Ditutup, Impor Minyak RI Dialihkan ke AS, Stok BBM Aman 23 Hari

×

Bahlil: Selat Hormuz Ditutup, Impor Minyak RI Dialihkan ke AS, Stok BBM Aman 23 Hari

Sebarkan artikel ini
Bahlil: Selat Hormuz Ditutup, Impor Minyak RI Dialihkan ke AS, Stok BBM Aman 23 Hari

Jakarta, Jurnalekbis.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemerintah menyiapkan skenario terburuk dengan mengalihkan sebagian impor minyak mentah (crude) dari kawasan tersebut ke Amerika Serikat dan negara lain guna menjaga ketahanan energi dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai memimpin rapat perdana Dewan Energi Nasional (DEN) atas arahan Presiden, yang secara khusus membahas dampak dinamika global terhadap sektor energi. “Ketegangan ini tidak bisa kita ramalkan kapan selesai. Bisa cepat, bisa lambat. Maka kami mengambil alternatif terburuk kalau ini berlangsung lama,” ujar Bahlil kepada media.

Ia menjelaskan, sekitar 20,1 juta barel per hari pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz. Indonesia sendiri masih mengimpor crude dari Timur Tengah melalui jalur tersebut. Namun, porsinya disebut hanya 20–25 persen dari total impor minyak mentah nasional. “Selebihnya kita ambil dari Afrika seperti Angola, dari Amerika, dan Brasil. Jadi secara keseluruhan kita tidak sepenuhnya bergantung,” katanya.

Baca Juga :  OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga, 951 Pinjol Ilegal Diblokir Awal 2026

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mengalihkan sekitar 25 persen impor crude dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Langkah ini ditempuh demi memastikan kepastian suplai di tengah ketidakpastian geopolitik. Selain itu, untuk impor BBM jenis bensin RON 90, 93, 95, dan 98, Indonesia tidak bergantung pada Timur Tengah, melainkan dari kawasan Asia Tenggara dan negara lain.

Di sektor LPG, Bahlil mengungkapkan impor Indonesia mencapai 7,3 juta ton per tahun dan meningkat menjadi 7,8 juta ton tahun ini. Sekitar 70 persen dipasok dari Amerika Serikat, sementara 30 persen dari Timur Tengah, termasuk Arab Saudi. Pemerintah kini membuka opsi pengalihan sebagian pasokan agar tidak terdampak risiko konflik.

Baca Juga :  Bulog NTB Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadhan

Dari sisi fiskal, kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) juga menjadi perhatian. Dalam APBN, ICP dipatok US$70 per barel, sementara saat ini berada di kisaran US$78–80 per barel. Kenaikan ini berpotensi menambah beban subsidi energi, namun di sisi lain meningkatkan penerimaan negara karena Indonesia masih memproduksi sekitar 600 ribu barel per hari.

“Kami harus menghitung sangat hati-hati, memastikan ketersediaan BBM dalam negeri tetap terjaga, apalagi menjelang Ramadan dan Idulfitri,” tegas Bahlil.

Ia memastikan stok BBM, crude, dan LPG nasional berada di atas standar minimum 21 hari, dengan posisi saat ini sekitar 23 hari. Meski demikian, kapasitas penyimpanan nasional maksimal hanya 25–26 hari. Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas storage baru dengan kapasitas hingga tiga bulan sebagai standar internasional. Proyek tersebut direncanakan mulai dibangun tahun ini di wilayah Sumatera.

Baca Juga :  Jelang MotoGP, Pertamina Mandalika International Circuit Lakukan Pengecatan Run-Off Area

Di sektor kelistrikan, Bahlil menjamin pasokan batu bara untuk PLN aman hingga April. Pemerintah tengah menata ulang Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara dan nikel untuk menjaga keseimbangan suplai dan harga global. Indonesia saat ini menyuplai sekitar 43 persen perdagangan batu bara dunia, atau 500–550 juta ton dari total 1,3 miliar ton yang diperdagangkan global.

“Kita tidak boleh mengobral sumber daya alam. Harus dikelola hati-hati agar berkelanjutan dan memberi manfaat bagi generasi berikut,” ujarnya.

Terkait harga BBM domestik, Bahlil menegaskan belum ada rencana kenaikan menjelang hari raya. Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap, kecuali ada kebijakan baru pemerintah. Sementara BBM non-subsidi mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.

“Untuk puasa dan Lebaran, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM. Aman,” kata Bahlil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *