Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Operasi pencarian terhadap Rustan (45), warga Dusun Torok Aik Beleq, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, yang dilaporkan hilang terseret arus laut akhirnya berakhir pada Sabtu (7/3) sore. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif sejak pagi hari.
Rustan sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari nyale bersama anaknya dan rombongan warga di pesisir Pantai Torok Aik Beleq pada Sabtu sekitar pukul 05.30 WITA. Aktivitas berburu cacing laut yang menjadi tradisi masyarakat Lombok tersebut berubah menjadi kepanikan ketika korban tiba-tiba terseret arus laut yang cukup kuat.
Anak korban yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian menjadi orang pertama yang melihat Rustan terbawa arus. Ia kemudian memberitahukan kejadian itu kepada rombongan dan warga sekitar. Informasi tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada pihak berwenang.
Laporan resmi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor SAR Mataram pada pukul 07.18 WITA melalui Camat Praya Barat. Mendapatkan informasi itu, tim rescue dari Unit Siaga SAR Kuta Mandalika langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 07.45 WITA.
Selain personel dari Unit Siaga SAR Kuta Mandalika, Kantor SAR Mataram juga mengirimkan tambahan tim untuk mempercepat proses pencarian. Setibanya di lokasi, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk aparat desa, nelayan setempat, serta aparat keamanan.
Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan membagi personel menjadi beberapa tim. Tiga tim melakukan penyisiran di perairan menggunakan satu unit rubber boat milik SAR serta dua perahu milik nelayan. Sementara satu tim lainnya melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keberadaan korban.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi melalui Koordinator Unit Siaga SAR Kuta Mandalika, Arya Made Kresna, mengatakan proses pencarian berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya tim menemukan jasad korban.
“Sekitar pukul 17.00 WITA, korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di Pantai Selong Belanak,” kata Arya Made Kresna saat memberikan keterangan.
Ia menjelaskan, lokasi ditemukannya korban berjarak sekitar 700 meter ke arah timur dari lokasi perkiraan kejadian atau last known position (LKP). Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke darat untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi awal kejadian. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah langsung kami serahkan kepada keluarga,” ujarnya.
Menurut Arya, kondisi arus laut di kawasan tersebut memang cukup kuat, terutama pada pagi hari ketika aktivitas mencari nyale biasanya meningkat. Ia mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai agar lebih berhati-hati dan selalu memperhatikan kondisi cuaca maupun arus laut.
Operasi pencarian ini melibatkan sejumlah unsur yang tergabung dalam tim SAR gabungan. Selain personel Basarnas dari Unit Siaga SAR Kuta Mandalika dan Kantor SAR Mataram, operasi tersebut juga melibatkan Damkar Lombok Tengah, Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Montong Ajan, serta masyarakat dan nelayan setempat.
Sinergi antarinstansi dan dukungan warga setempat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pencarian korban. Meski berakhir duka, operasi SAR tersebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari sejak laporan pertama diterima.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir Lombok, khususnya saat musim nyale, untuk selalu mengutamakan keselamatan. Aktivitas mencari nyale yang biasanya dilakukan secara berkelompok tetap memiliki risiko, terutama ketika kondisi arus laut tidak bersahabat.














