
Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan halal bihalal bersama jajaran pengurus dan anggota DPD serta DPC se-Pulau Lombok. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Ketua DPD PRI NTB di Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.
Acara tersebut menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal partai, sekaligus memperkuat silaturahmi antar pengurus di berbagai tingkatan. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris DPD PRI NTB Diegas B. Pradhana, para ketua DPC se-Pulau Lombok, serta sejumlah kader dan anggota partai.
Ketua DPD PRI NTB, H.M. Izzul Islam, menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal ini tidak sekadar menjadi tradisi pasca-Idulfitri, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat kekompakan dan soliditas partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Kegiatan halal bihalal ini kita laksanakan bersama pengurus DPD dan DPC PRI se-Pulau Lombok dengan tujuan mempererat silaturahmi antar pengurus dan anggota,” ujar Izzul, Sabtu (28/3).
Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah partai politik tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada soliditas dan komunikasi yang terbangun antar kader. Oleh karena itu, momentum seperti ini dinilai penting untuk menjaga semangat kebersamaan dan arah perjuangan partai.
“Kegiatan ini juga untuk menjaga dan mempererat kekompakan serta solidaritas kita dengan seluruh pengurus PRI,” lanjutnya.
Lebih jauh, Izzul menjelaskan bahwa PRI terus berupaya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat luas. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan aktif melakukan sosialisasi partai hingga ke tingkat desa.
“Kita ingin membangun komunikasi yang baik dan terus mensosialisasikan Partai Rakyat Indonesia kepada masyarakat, mulai dari pelosok desa hingga ke kota,” katanya.
Dalam hal arah perjuangan, PRI menegaskan komitmennya untuk fokus pada isu-isu ekonomi kerakyatan. Partai ini menempatkan pemberdayaan koperasi serta dukungan terhadap pelaku usaha kecil sebagai prioritas utama.
Menurut Izzul, PRI ingin menjadi wadah perjuangan bagi masyarakat kecil, khususnya mereka yang bergerak di sektor ekonomi informal dan koperasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan lapangan, termasuk pemberian bantuan dan program pemberdayaan di tingkat desa.
“PRI berfokus pada ekonomi kerakyatan, pemberdayaan koperasi, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil,” tegasnya.
Di sisi lain, dalam konteks politik nasional, PRI juga menyatakan sikapnya yang mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“PRI mengambil posisi tegak lurus mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Maju,” ungkap Izzul.
Kegiatan halal bihalal ini juga menjadi ajang konsolidasi untuk menyamakan visi dan langkah strategis partai ke depan. Dengan semakin intensnya aktivitas organisasi hingga ke akar rumput, PRI berharap dapat memperluas basis dukungan masyarakat.
Menutup kegiatan, Izzul menyampaikan harapan agar seluruh kader tetap menjaga kekompakan dan terus bergerak bersama dalam membangun partai.
“Harapan kita, semoga kekompakan ini selalu terjaga dan kita bisa terus berjuang bersama-sama membangun Partai Rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut, PRI NTB optimistis dapat memperkuat peran politiknya, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di daerah.














