
Mataram, Jurnalekbis.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat uang tunai yang keluar selama program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 mencapai Rp2,28 triliun. Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil membuat layanan penukaran di berbagai daerah di NTB selalu dipadati warga.
Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas mengatakan antusiasme masyarakat pada Ramadan tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Selama pelaksanaan SERAMBI, sebanyak 26.111 warga tercatat melakukan penukaran uang.
“Kuota penukaran selama kegiatan SERAMBI selalu penuh. Ini menunjukkan minat masyarakat sangat tinggi, termasuk dari masyarakat yang baru pertama kali memanfaatkan layanan penukaran,” kata Hario, Senin (30/3/2026).
Dari total Rp2,28 triliun uang yang keluar dari BI NTB, sebanyak Rp1,77 triliun berasal dari penarikan perbankan. Sementara itu, layanan kas keliling menyumbang Rp25,19 miliar dan penukaran langsung kepada masyarakat mencapai Rp487,24 miliar.
Pecahan uang yang paling banyak diburu masyarakat selama Ramadan adalah Rp5.000 dan Rp10.000. Pecahan tersebut umumnya digunakan warga untuk kebutuhan berbagi saat Lebaran, mulai dari diberikan kepada anak-anak, keluarga, hingga kerabat.
Menurut Hario, tingginya permintaan uang pecahan kecil menjadi indikator tradisi berbagi saat Idul Fitri masih sangat kuat di tengah masyarakat NTB.
Pelaksanaan SERAMBI 2026 berlangsung sejak 19 Februari hingga 17 Maret 2026 dan dibagi dalam tiga termin. Pada termin pertama, BI NTB membuka layanan kas keliling ke sejumlah daerah seperti Selong, Jerowaru, Tanjung, dan Sembalun. Selain itu, BI bersama perbankan membuka layanan penukaran di 85 titik kantor bank yang tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB.
Memasuki termin kedua, layanan diperluas hingga ke Pulau Bungin dan Maluk melalui kas keliling. BI juga menggelar layanan penukaran terpadu di halaman Parkir Islamic Center Mataram pada 9 hingga 12 Maret 2026.
Layanan terpadu tersebut diikuti 11 bank, yakni Bank Indonesia, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank NTB Syariah, BTN, BSI, Bank Mandiri Taspen, Maybank, CIMB Niaga, dan Bank Muamalat.
Selain layanan terpadu, penukaran uang juga kembali dibuka di 85 titik kantor bank pada 12 Maret 2026. Sementara pada termin ketiga, BI NTB menggelar layanan kas keliling peduli mudik di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada 16 Maret dan di Pelabuhan Lembar pada 17 Maret 2026.
Hario menilai pola pelayanan yang dibagi dalam tiga termin membuat distribusi uang tunai lebih merata dan antrean masyarakat dapat dikendalikan. Meski jumlah penukar terus meningkat, pelayanan di lapangan tetap berjalan cepat dan tertib.
“Kondisi memang ramai, tetapi antrean tetap berjalan efisien. Pelayanan petugas juga membantu masyarakat sehingga proses penukaran berlangsung lancar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perbankan dan pihak terkait yang terlibat dalam program SERAMBI tahun ini. Menurutnya, dukungan perbankan menjadi faktor penting agar kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi.
BI NTB memastikan evaluasi pelaksanaan SERAMBI 2026 akan menjadi dasar untuk meningkatkan jumlah kuota dan memperluas jangkauan layanan pada Ramadan tahun depan. Dengan tingginya minat masyarakat, kebutuhan uang pecahan kecil diperkirakan masih akan menjadi tren setiap menjelang Lebaran.














