NasionalNewsNusantara

BREAKING NEWS: Gempa M7,6 di Bitung Picu Tsunami, Warga Ternate Panik

×

BREAKING NEWS: Gempa M7,6 di Bitung Picu Tsunami, Warga Ternate Panik

Sebarkan artikel ini
BREAKING NEWS: Gempa M7,6 di Bitung Picu Tsunami, Warga Ternate Panik

Bitung, Jurnalekbis.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. Guncangan kuat yang terjadi pukul 05.48 WIB itu memicu kepanikan warga di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, sekaligus memunculkan peringatan dini tsunami dari BMKG.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, 129 kilometer tenggara Bitung, pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, dengan kedalaman 62 kilometer. Gempa dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Bitung dan Ternate. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Status siaga ditetapkan untuk Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan, serta Minahasa Utara bagian selatan. Sementara status waspada diberlakukan di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan.

Baca Juga :  139 orang Karate NTB Ikuti GASHUKU dan Ujian DAN (Sabuk Hitam) INKANAS Regional 4

Di Ternate, gelombang pertama diperkirakan tiba pukul 05.53 WIB, disusul Halmahera pada 05.54 WIB dan Bitung pada 06.12 WIB. BMKG mengingatkan bahwa gelombang pertama belum tentu yang terbesar, sehingga warga diminta tetap berada di lokasi aman dan menjauhi pesisir serta tepian sungai.

“Pemerintah daerah dengan status siaga diharapkan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi,” demikian peringatan BMKG.

Hingga pukul 07.00 WIB, tsunami kecil telah terdeteksi di dua wilayah. BMKG mencatat kenaikan muka air laut setinggi 0,3 meter di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. Di wilayah lain, alat pemantau juga mendeteksi gelombang hingga 0,75 meter di Minahasa Utara.

Baca Juga :  Bandara ZAM Raih Penghargaan Tertinggi Pelayanan Prima dari Kemenhub

Di lapangan, dampak awal mulai terdata. Di Kota Ternate, sebuah gereja di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak. Selain itu, dua rumah warga di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan, mengalami kerusakan. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan.

Di Bitung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih memantau kemungkinan kerusakan dan korban. Sementara di Ternate, Dinas Sosial turun ke lapangan untuk mendata dampak gempa.

“Gempa dirasakan sangat kuat. Sebagian masyarakat langsung berhamburan keluar rumah,” kata laporan BNPB dari wilayah terdampak.

Tak lama setelah gempa utama, dua gempa susulan kembali terjadi. Gempa susulan pertama berkekuatan magnitudo 5,5 terjadi pukul 06.07 WIB di laut pada kedalaman 10 kilometer. Lima menit kemudian, gempa susulan kedua bermagnitudo 5,2 mengguncang lokasi yang hampir sama dengan kedalaman 27 kilometer. BMKG memastikan dua gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga :  Peduli Tokoh Budaya, Rachmat Hidayat Beri Bantuan Kursi Roda Elektrik untuk Lalu Nasib AR

Meski peringatan tsunami masih berlangsung pada pagi hari, BMKG meminta masyarakat tidak panik dan hanya mengikuti informasi resmi. Warga di wilayah pesisir diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak kembali ke pantai sebelum ada pernyataan resmi dari otoritas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *