NewsNusantara

Pelajar Asal Lombok Tengah Hanyut di Temburun Nanas, Ditemukan Tak Bernyawa

×

Pelajar Asal Lombok Tengah Hanyut di Temburun Nanas, Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
Pelajar Asal Lombok Tengah Hanyut di Temburun Nanas, Ditemukan Tak Bernyawa

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Pencarian remaja yang hanyut di aliran Air Terjun Temburun Nanas, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan penyisiran sejak pagi, Kamis (7/4/2026), tim gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia mengapung di hulu Bendungan Meninting.

Korban diketahui bernama Heri Saputra (16), seorang pelajar asal Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Jenazah ditemukan setelah warga melaporkan adanya sosok tubuh mengapung dalam posisi tengkurap di aliran sungai yang terhubung dengan bendungan.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti tim SAR gabungan yang sejak awal melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai dari lokasi korban diduga terseret arus.

Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra mengatakan, informasi dari warga menjadi titik terang dalam proses pencarian yang berlangsung selama beberapa jam.

Baca Juga :  Tradisi Lebaran Topat 2025 Sukses Digelar, Polres Lombok Barat Kawal Ketat Acara

“Begitu menerima informasi dari warga, tim langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan perahu karet,” kata Adnyana saat dikonfirmasi, Kamis.

Petugas kemudian bergerak menuju titik penemuan di kawasan hulu Bendungan Meninting. Medan yang cukup sulit dan arus sungai yang masih deras membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati.

Meski demikian, tim gabungan yang terdiri dari personel SAR, kepolisian, relawan, dan masyarakat setempat berhasil mengevakuasi korban tanpa kendala berarti.

Jenazah Heri selanjutnya dibawa ke dermaga Bendungan Meninting sebelum dievakuasi ke RS Bhayangkara Mataram untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Di rumah sakit, keluarga korban yang datang langsung memastikan identitas remaja tersebut. Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan koordinasi antara petugas, pihak rumah sakit, dan keluarga.

“Keluarga korban telah memastikan identitas dan menerima kejadian ini sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi,” ujar Adnyana.

Baca Juga :  Prabowo ke Tamiang: “Negara Tidak Boleh Absen Saat Rakyat Tertimpa Bencana”

Menurut dia, pihak keluarga memilih agar jenazah segera dipulangkan untuk dimakamkan. Setelah proses administrasi selesai, jenazah dimandikan dan dikafani di RS Bhayangkara.

Suasana haru menyelimuti rumah sakit saat keluarga korban menunggu proses penyerahan jenazah. Sejumlah kerabat tampak mendampingi orang tua korban yang datang dari Praya Tengah.

Petugas kemudian menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Korban rencananya dimakamkan di kampung halamannya di Lombok Tengah.

Sebelumnya, Heri dilaporkan hanyut saat berada di kawasan Air Terjun Temburun Nanas di Desa Bukit Tinggi. Arus sungai yang cukup deras diduga membuat korban terseret hingga terbawa jauh ke aliran sungai menuju Bendungan Meninting.

Lokasi penemuan korban berada beberapa kilometer dari titik awal korban diduga hanyut. Kondisi itu menunjukkan derasnya arus sungai di kawasan tersebut, terutama setelah hujan mengguyur wilayah hulu dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Dalam Satu Jam, Mentan Amran Himpun Donasi Rp 75 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata air, terutama pada musim hujan ketika debit sungai meningkat dan arus menjadi sulit diprediksi.

Pihak kepolisian juga mengimbau pengunjung untuk tidak nekat bermain atau berenang di sekitar aliran sungai dan air terjun saat cuaca buruk.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan tidak berada terlalu dekat dengan aliran sungai jika debit air meningkat,” kata Adnyana.

Seluruh rangkaian pencarian hingga evakuasi korban berlangsung lancar. Aparat kepolisian menyampaikan apresiasi kepada tim SAR, relawan, dan warga yang ikut membantu proses pencarian hingga korban akhirnya ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *