NewsNusantara

Bocah 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Kuripan Ditemukan Meninggal

×

Bocah 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Kuripan Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Bocah 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Kuripan Ditemukan Meninggal

Lombok Barat, Jurnalekbis.com– Setelah dilakukan pencarian intensif selama berjam-jam, bocah bernama Nune Djumbuhulhaq (13) yang dilaporkan hanyut di aliran sungai kawasan Perumahan Griya Menang Asri, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (29/4/2026).

Korban ditemukan mengambang sekitar satu kilometer dari titik awal kejadian pada pukul 10.20 WITA oleh tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Koordinator Lapangan Tim SAR Gabungan, Dewa Gede Kerta, membenarkan penemuan tersebut.

“Korban ditemukan pada pukul 10.20 waktu setempat dalam keadaan meninggal dunia. Lokasi penemuan kurang lebih satu kilometer dari tempat kejadian awal,” ujarnya di lokasi pencarian.

Baca Juga :  PLN NTB Sabet Dua Penghargaan Nasional di TOP CSR Awards 2025

Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Peristiwa tragis itu bermula saat korban bermain bola di sekitar bantaran sungai bersama teman-temannya. Bola yang dimainkan jatuh ke aliran sungai. Saat berusaha mengambil bola tersebut, korban diduga terpeleset lalu terseret arus yang cukup deras hingga hilang dari pandangan warga.

Laporan warga kemudian diterima Kantor SAR Mataram yang langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur gabungan.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Polsek Kuripan, Brimob Polres Lombok Barat, Koramil Kuripan, BPBD Lombok Barat dan Provinsi NTB, Damkarmat Lombok Barat dan Kota Mataram, Satpol PP, Tagana, POC Rescue, RAPI, RAKAR, serta warga setempat.

Baca Juga :  Tonight is gonna be best football match

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga sepanjang aliran sungai. Tim gabungan juga melakukan penyelaman di beberapa titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, turut memantau langsung proses pencarian di lapangan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahaya aktivitas anak-anak di sekitar sungai, terutama saat debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. Warga diminta meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *