Haji

Tradisi Zikir Saman di Lombok Tengah, Ritual Unik Antar Jemaah Haji Penuh Makna

×

Tradisi Zikir Saman di Lombok Tengah, Ritual Unik Antar Jemaah Haji Penuh Makna

Sebarkan artikel ini
Tradisi Zikir Saman di Lombok Tengah, Ritual Unik Antar Jemaah Haji Penuh Makna

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com– Masyarakat di Lombok Tengah memiliki tradisi unik dalam mengantar calon jemaah haji. Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan Zikir Saman, sebuah ritual religius yang memadukan lantunan zikir dan salawat dengan gerakan pencak silat, sebagai bentuk doa dan dukungan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Tradisi ini rutin digelar oleh puluhan pemuda dari Dusun Embung Duduk, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat. Mereka mendatangi rumah warga yang akan berangkat haji, kemudian menampilkan Zikir Saman sebagai bagian dari prosesi doa bersama sekaligus hiburan bernuansa islami.

Dalam pelaksanaannya, para pemuda tampil berpasangan dengan gerakan yang kompak dan ritmis. Mereka melantunkan zikir dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, yang diiringi puluhan jurus pencak silat. Perpaduan ini menciptakan suasana khidmat sekaligus dinamis, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang sarat makna spiritual.

Baca Juga :  Kloter Pertama Haji Lombok Lepas Landas, BIZAM Tingkatkan Fasilitas untuk Lansia

Tak hanya menggunakan bahasa Arab dan Indonesia, pembacaan hikayat dalam Zikir Saman juga dilakukan dalam bahasa Sasak. Hal ini bertujuan agar pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam zikir lebih mudah dipahami oleh masyarakat setempat.

Pimpinan Zikir Saman Suandi menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Sasak menjadi bagian penting dalam menjaga kedekatan tradisi dengan masyarakat.
“Kalau masalah pelaksanaan, biasanya dilakukan saat momen ziarah untuk jemaah haji. Tapi juga bisa dilaksanakan saat ada tahlilan atau tasyakuran,” ujar Suandi, Rabu (22/4).

Ia juga menambahkan bahwa filosofi bahasa Sasak memiliki makna persatuan.
“Walaupun kita di Lombok, bahasanya Sasak. Sasak itu artinya ‘sak’ atau satu. Jadi walaupun banyak, tetap satu dan bisa saling dimengerti,” katanya.

Baca Juga :  Pertamina Siapkan 2.795 KL Avtur untuk 30 Kloter Haji Lombok 2026, Pasokan Dipastikan Aman

Menurutnya, dalam Zikir Saman juga disisipkan bahasa Sasak agar masyarakat lebih memahami isi dan makna yang disampaikan. Selain itu, gerakan dalam tradisi ini dulunya bisa mencapai hingga 40 variasi.

“Tujuannya ada tiga. Pertama sebagai ibadah, kedua sebagai olahraga, dan ketiga sebagai bela diri,” jelasnya.

Zikir Saman tidak hanya digelar saat musim haji. Tradisi ini juga kerap ditampilkan pada malam kesembilan tahlilan atau acara tasyakuran masyarakat di berbagai wilayah Pulau Lombok, khususnya di Lombok Tengah.

Namun, saat musim haji, intensitas pelaksanaannya meningkat. Para pemuda Dusun Embung Duduk hampir setiap hari berkeliling dari satu rumah ke rumah lain, mengiringi calon jemaah haji yang akan berangkat ke Mekkah.

Baca Juga :  Update Haji: Jemaah Diduga Stroke, Keberangkatan Bisa Mundur

Tradisi ini menjadi bukti kuat bagaimana masyarakat lokal mampu menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan. Di tengah modernisasi, Zikir Saman tetap hidup dan menjadi simbol kebersamaan, spiritualitas, serta identitas budaya masyarakat Lombok Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *