Haji

34.657 Jemaah Haji Indonesia Sudah Berangkat, Dua Penerbangan Alami Kendala Teknis

×

34.657 Jemaah Haji Indonesia Sudah Berangkat, Dua Penerbangan Alami Kendala Teknis

Sebarkan artikel ini
34.657 Jemaah Haji Indonesia Sudah Berangkat, Dua Penerbangan Alami Kendala Teknis

Jakarta, Jurnalekbis.com – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki hari ketujuh. Pemerintah mencatat sebanyak 88 kelompok terbang (kloter) atau 34.657 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 30.611 jemaah telah tiba di Madinah. Di tengah kelancaran proses, muncul kendala teknis pada dua penerbangan yang kini tengah ditangani.

Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaff, dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2026), memastikan proses keberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan tertib.

“Secara kumulatif jumlah kloter yang telah diberangkatkan sebanyak 88 kloter dengan 34.657 jemaah. Sementara yang telah tiba di Madinah sebanyak 78 kloter dengan 30.611 jemaah,” ujar Maria.

Setibanya di Bandara Madinah, jemaah langsung mendapatkan layanan dari petugas dan diarahkan menuju hotel yang telah disiapkan. Pemerintah juga memprioritaskan layanan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

Baca Juga :  CJH Bima Kloter 4 Masuk Asrama Haji, Tertua Usia 95 Tahun

Dari sisi kesehatan, pemerintah mencatat 906 jemaah menjalani rawat jalan, 25 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan 30 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Hingga kini, sebanyak 24 jemaah masih menjalani perawatan intensif.

“Petugas kesehatan siaga di berbagai titik, mulai dari kloter, sektor, hingga fasilitas kesehatan. Kondisi jemaah terus kami pantau,” kata Maria.

Selain itu, layanan konsumsi dan akomodasi juga terus berjalan. Sebanyak 213.967 boks makanan telah didistribusikan kepada 29.834 jemaah. Layanan ini didukung 23 dapur di Madinah.

Untuk akomodasi, sebanyak 29.925 jemaah telah menempati 38 hotel dari total 100 hotel yang disiapkan. Seluruh hotel berada di kawasan Markaziyah, area yang dekat dengan Masjid Nabawi.

“Karena lokasi hotel relatif dekat, kami imbau jemaah tidak terburu-buru kembali ke hotel setelah salat. Manfaatkan waktu untuk berzikir dan beribadah di Masjid Nabawi,” ujarnya.

Baca Juga :  Tradisi Zikir Saman di Lombok Tengah, Ritual Unik Antar Jemaah Haji Penuh Makna

Namun demikian, pemerintah mengakui adanya kendala teknis pada dua penerbangan. Pada 26 April 2026, pesawat Saudi Airlines rute Surabaya–Madinah melakukan pendaratan teknis di Bandara Kualanamu, Medan, akibat gangguan sistem hidrolik.

Sebanyak 380 jemaah terdampak telah difasilitasi akomodasi di tiga hotel sekitar bandara.

Kendala serupa juga terjadi pada 27 April 2026, saat pesawat Saudi Airlines yang mengangkut jemaah Embarkasi Batam Kloter 5 mengalami gangguan sistem flight control setelah tiba di Bandara Hang Nadim Batam.

“Perbaikan masih berlangsung sambil menunggu suku cadang. Jemaah difasilitasi akomodasi di lima hotel dengan pendampingan penuh,” jelas Maria.

Pemerintah menegaskan keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama. Presiden Prabowo Subianto, melalui pemerintah, memastikan penanganan kendala dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak melakukan pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk penawaran paket wisata tambahan kepada jemaah.

Baca Juga :  Kloter Pertama Haji Lombok Lepas Landas, BIZAM Tingkatkan Fasilitas untuk Lansia

“Fokus utama jemaah adalah beribadah. Kami minta tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan menarik biaya di luar ketentuan,” tegas Maria.

Pemerintah juga memberikan sejumlah imbauan kepada jemaah selama berada di kawasan Masjid Nabawi. Di antaranya larangan melakukan siaran langsung, membawa alat fotografi profesional, membuat kerumunan, hingga merokok di area masjid.

Jemaah juga diminta selalu membawa kartu identitas dan kartu nusuk, mengingat lokasi pintu masuk masjid, serta bepergian secara berkelompok untuk menghindari tersesat.

“Kami mengimbau jemaah menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan menjaga kekhusyukan dalam beribadah,” tutup Maria.

Penyelenggaraan haji tahun ini mengusung tema ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, dengan harapan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah secara aman dan khusyuk hingga puncak haji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *