Haji

BKK Mataram Sita Makanan Calon Jemaah Haji, Ini Daftar yang Dilarang Dibawa

×

BKK Mataram Sita Makanan Calon Jemaah Haji, Ini Daftar yang Dilarang Dibawa

Sebarkan artikel ini
BKK Mataram Sita Makanan Calon Jemaah Haji, Ini Daftar yang Dilarang Dibawa

Mataram, Jurnalekbis.com –  Pemeriksaan barang bawaan calon jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Kota Mataram, diperketat. Petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram menyita berbagai makanan dari luar, termasuk sambal berbahan terasi dan makanan basah, demi mencegah risiko kesehatan jelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Sejak kedatangan kloter jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Lombok, satu per satu barang bawaan diperiksa secara menyeluruh oleh petugas BKK. Pemeriksaan ini difokuskan pada potensi barang yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya makanan yang mudah basi atau terkontaminasi bakteri.

Petugas menemukan masih banyak calon jemaah yang membawa makanan dari rumah maupun dari acara pelepasan kloter. Makanan tersebut didominasi oleh jenis makanan basah seperti kue tradisional, lauk bersantan, hingga sambal, terutama sambal berbahan terasi.

Baca Juga :  Kloter Pertama Haji Lombok Lepas Landas, BIZAM Tingkatkan Fasilitas untuk Lansia

Ketua Tim Kerja 4 BKK Kelas I Mataram, dr. Ferry Wardhana, menegaskan bahwa seluruh makanan berisiko tinggi langsung diamankan dan dimusnahkan di lokasi.

“Setiap jemaah yang datang akan kami cek barang bawaannya. Banyak ditemukan makanan basah seperti kue dan sambal. Itu langsung kami sita karena berpotensi cepat basi,” ujarnya.

Menurut Ferry, makanan dari luar sangat berisiko dikonsumsi karena kondisi penyimpanan yang tidak terjamin. Terlebih, jemaah hanya berada di asrama kurang dari 24 jam sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Kalau dikonsumsi, dikhawatirkan bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Apalagi perjalanan panjang menunggu, kondisi tubuh harus benar-benar fit,” jelasnya.

Ia menambahkan, makanan seperti sambal basah yang mengandung terasi menjadi perhatian khusus karena selain mudah basi, juga memiliki aroma menyengat yang tidak diperbolehkan dalam aturan penerbangan.

Baca Juga :  Update Haji: Jemaah Diduga Stroke, Keberangkatan Bisa Mundur

“Jenis makanan yang tidak boleh dibawa antara lain sambal basah, makanan bersantan, kue basah, dan makanan tanpa kemasan standar. Termasuk yang berbau tajam seperti terasi,” tegas Ferry.

Selain makanan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap obat-obatan yang dibawa jemaah. Obat diperbolehkan selama tidak berlebihan, memiliki label jelas, dan sesuai standar medis.

“Obat boleh dibawa, tapi harus sesuai kebutuhan selama ibadah haji, tidak berlebihan, dan ada keterangan atau labelnya. Kalau tidak sesuai, akan kami amankan,” katanya.

Ferry mengimbau keluarga jemaah agar tidak lagi membekali makanan dari rumah. Pasalnya, seluruh kebutuhan konsumsi jemaah sudah disiapkan secara resmi di asrama haji.

“Tidak perlu repot membawa makanan dari rumah. Di asrama sudah disediakan makanan yang aman dan terjamin kesehatannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Kloter Pertama Haji Lombok Lepas Landas, BIZAM Tingkatkan Fasilitas untuk Lansia

Lebih jauh, ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. Mengingat perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi, jemaah diminta mempersiapkan diri dengan baik.

“Gunakan masker karena di sana banyak debu dan angin, perbanyak minum air putih, dan istirahat cukup. Perjalanan haji cukup panjang dan melelahkan,” pungkasnya.

Pemeriksaan ketat ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko kesehatan bagi jemaah haji, agar seluruh calon jemaah dapat menjalankan ibadah dalam kondisi prima setibanya di Tanah Suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *