Haji

Jemaah Haji RI Masih Pakai Celana Dalam Saat Ihram, Petugas Arab Saudi Turun Tangan

×

Jemaah Haji RI Masih Pakai Celana Dalam Saat Ihram, Petugas Arab Saudi Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji RI Masih Pakai Celana Dalam Saat Ihram, Petugas Arab Saudi Turun Tangan

Jakarta, Jurnalekbis.com — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih menemukan sejumlah jemaah haji Indonesia yang belum memahami aturan ihram saat tiba di Bandara Jeddah. Beberapa di antaranya kedapatan masih mengenakan pakaian dalam, sepatu tertutup, hingga belum berniat ihram sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan kondisi tersebut ditemukan dalam proses kedatangan jemaah gelombang kedua di Arab Saudi.

“Masih ditemukan sejumlah jemaah yang mengenakan pakaian ihram namun masih memakai pakaian dalam, sepatu, serta belum berniat ihram saat tiba di Bandara Jeddah,” kata Maria dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.

PPIH Arab Saudi, lanjut dia, langsung memberikan pendampingan kepada jemaah agar segera menyesuaikan tata cara ihram sesuai ketentuan syariat. Petugas bahkan menyiapkan sandal khusus bagi jemaah pria yang masih menggunakan sepatu.

Baca Juga :  Pertamina Siapkan 2.795 KL Avtur untuk 30 Kloter Haji Lombok 2026, Pasokan Dipastikan Aman

“PPIH Arab Saudi telah mengingatkan secara langsung kepada jemaah untuk melepaskan pakaian dalam dan sepatu sesuai ketentuan ihram,” ujarnya.

Menurut Maria, pihaknya juga telah meminta seluruh embarkasi di Indonesia untuk memastikan jemaah mengenakan pakaian ihram dan sandal sejak keberangkatan. Pembimbing ibadah di setiap kloter diminta aktif mengarahkan jemaah, termasuk membimbing niat ihram sebelum pesawat mendarat di Jeddah.

Langkah itu dinilai penting untuk mempercepat proses perpindahan jemaah dari bandara menuju Makkah sekaligus menghindari pelanggaran larangan ihram.

Selain persoalan ihram, pemerintah juga memperkuat layanan bimbingan ibadah bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi. Hingga saat ini, PPIH Daerah Kerja Madinah mencatat sebanyak 32.299 tasreh atau izin masuk Raudhah telah diterbitkan untuk jemaah Indonesia.

Baca Juga :  Bus Jamaah Haji Indonesia Tabrakan di Madinah, 10 Orang Luka

Pada 7 Mei 2026 saja, sebanyak 888 izin tambahan kembali diterbitkan. Prioritas diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.

Maria mengimbau jemaah menggunakan aplikasi Nusuk untuk mengakses jadwal masuk Raudhah di Masjid Nabawi agar proses ibadah berjalan tertib.

Petugas pembimbing ibadah juga terus memberikan edukasi terkait larangan selama ihram. Beberapa pelanggaran yang masih ditemukan di antaranya penggunaan sandal semi sepatu oleh jemaah pria serta pemakaian masker oleh jemaah wanita saat ihram.

Di sisi lain, layanan kesehatan jemaah juga menjadi perhatian serius pemerintah. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 17.301 jemaah menjalani rawat jalan selama berada di Arab Saudi. Sebanyak 161 orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan 311 lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi.

Baca Juga :  Embarkasi Lombok Berangkatkan 4.661 Jemaah Haji, 7 Open Seat Tercatat

“Hingga saat ini sebanyak 82 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi,” kata Maria.

Pemerintah juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya empat jemaah haji Indonesia pada Kamis, 7 Mei 2026. Dengan tambahan tersebut, total jemaah wafat selama penyelenggaraan haji tahun ini mencapai 16 orang.

Penyebab kematian terbanyak berasal dari gangguan jantung akibat penyumbatan pembuluh darah dan radang paru-paru.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Maria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *